LET's

Sabtu, 28 September 2013

Bersama KPPM HAMKA Aku Berkembang


Belajar itu suatu kewajiban. Berkarya itu suatu keharusan. Berprestasi itu suatu pencapaian. Tapi berorganisasi itu suatu pilihan -Pementor-

Ya itulah serangkaian kata yang masih aku ingat ketika pertama kali menginjakan kaki di UIN saat OPAK ( Ospek Universitas ).
Tentang urgensi organisasi,
Organisasi yang dulu kupikir sebagai wadah penampungan hobi, wadah pengisi waktu luang, namun saat itu pikiran ku mulai terbuka. Setelah dijalani barulah memahami bahwa berorganisasi tidak hanya sekedar dari study oriented, mencari pengalaman, memperluas jaringan. Tapi denganya adalah pilihan dari cara pandang kita mengisi kemerdekaan.

Memajukan Indonesia sesuai dengan posisi dan kapasitas diri !

Dan Bersama HAMKA Aku berkembang, 
terlebih di KPPM yang begitu aku mencintainya

Berawal dari OSPEK jurusan yang ku kenal dengan nama ORBITAL Orientasi Bimbingan Al-Chemi aku mengenalnya. Kulihat sederat jajaran panitia ospek yang mengenakan kemeja hitam biru berlabel lambang Benzena bertuliskan HAMKA berderet rapi di depan.

HAMKA ( Himpunan Mahasiswa pendidikan Kimia ) tempat dimana ku dedikasikan pengabdianku untuk pendidikan kimia.


Berawal kepengurusan 2011/2012 pada masa kepengurusan A. Alif Ahmad Peryoga aku terlibat menjadi pengurus HAMKA dengan serangkaian seleksi aku memilik bidang KPPM ( Kerjasama Penelitian Pengabdian Masyarakat ) sebuah bidang yang kuanggap inilah cerminan mahasiswa sebagai pewujud tri dharma perguruan tinggi dimana kita wajib mewujudkan
1. Pendidikan dan pengajaran
2. Penelitian dan pengembangan
3. Pengabdian pada masyarakat

Waktu berjalan, aku mulai menikmati setiap program kerja yang kujalankan bersama rekan-rekan di KPPM bersama A Fadhly Salman selaku ketua bidang. Entah mengapa aku merasa berbeda, kurasa KPPM bukanlah sekedar bidang dari angkatan ke angkatan terjalin hubungan persaudaraan yang kuat.
untuk itu kami selalu menyebutnya dengan Keluarga KPPM. 
Banyak pelajaran yang dapat  kuambil selama satu tahun perjalanan di HAMKA tentang bagaimana memanage waktu dengan serangkaian proker dan kegiatan akademik yang begitu padatnya. Tentang kedewasaan mengambil dan menerima keputusan kurasa ini lebih dari OSIS yang pernah ku jalani dulu. 


Kepengurusan 2011/2012 pun berakhir. Ada perasaan lega menghampiri setidaknya aku sudah menyelesaikan satu periode amanah di HAMKA. 

Pergantian kepengurusan pun dimulai serangkaian agenda MUSKOM, PEMIRA dipersiapkan
sungguh ini bukan sekedar pengalaman , bagaimana harus kurasakan gejolaknya dinamika politik kampus .Padahal ini baru tingkat jurusan, tak terbayang bagaimana dinamika politik tingkat nasional?
Namun aku sedikit mulai terbiasa dengan kondisi UIN saat itu, kondisi yang beraneka ragam keadaanya dengan kondisi mahasiswa yang bermacam-macam latar belakangnya pada saat itu pun DEMA ( Dewan Mahasiswa ) organisasi Intra tertinggi di kampus mengalami vacum of power selama bertahun-tahun.

Semula beberapa teman dan kaka tingkat memintaku untuk maju menjadi calon ketua umum HAMKA, berbagai alasan rasional mereka kemukakan tapi entah kenapa ada perasaan mengganjal dalam hati bahwa aku masih belum pantas untuk menjadi leader, setidaknya aku mengetahui bagaiaman kapasitas diri ini.

Sampai pada saat itu aku memutuskan  untuk tidak melanjutkan kepengurusan di HAMKA karena kondisi kesehatan yang menurun juga permintaan orang tua. Dan aku pun memutuskan untuk mendukung sahabatku Haris.

Susana memanas ketika dua kandidat maju sebagai calon ketua. Semula yang biasa saja mendadak luar biasa karena berbagai hal selama pemilu.

Sampai akhirnya pilihan jatuh pada salah satu kandidat Nanang Nugraha.
Namun siapa pun pemimpinnya ku harap bisa membawa HAMKA jauh lebih baik.

Sampai suatu saat Nanang memintaku untuk menjadi Ketua Bidang KPPM.
Semula aku ragu untuk berada terus di HAMKA terlebih ku pikir tanpa menjadi pengurus aku bisa mengabdi dengan membantu HAMKA kapanpun dimanapun terlebih saat itu aku terlibat dalam dua buah organisasi dalam dan luar kampus.

Tapi entahlah kata-kata ketua prodi selalu mengiang di kepalaku saat itu " Kalau bukan kalian siapa lagi?" begitu pun dengan kata-kata kaka demisioner " Tolong jangan lihat apa yang Hamka berikan untuk kalian, tapi sejauh mana kalian bisa memberikan yang terbaik untuk HAMKA?"

Akhirnya aku bersedia untuk menjadi sebuah leader bidang yang ku anggap memiliki banyak proker yang cukup besar terutama dalam Kerjasama ( HUMAS), Penelitian ilmiah dan Pengabdian Masyarakat, bidang yang ku anggap aku harus membudayakan persaudaraan yang erat di dalamnya serta bagaimana aku harus meyakinkan orang tua bahwa orang yang terlibat dalam suatu organisasi akan tetap terus berprestasi dan bismillah bersama KPPM HAMKA aku berkembang .

Didalam KPPM tentu aku tidak sendiri , aku memiliki beberapa rekan yang memiliki kinerja sangat baik .Diantaranya: 

1. Bukhori Muslim , biasa ku panggil dia Ori. Ori adalah sekretaris bidang KPPM , karena periode lalu pun Ory menjadi rekan bidang ku di KPPM . Iya Ori memiliki jiwa kepemimpina yang baik dan juga sigap, meski jarang ikut rapat tapi setiap hari H dia siap sedia bertanggung jawab. Tapi mungkin satu yang aku heran dari ori 
" Ri selama kamu jadi sekretaris KPPM, kamu belum pernah bikin satupun surat looh padahal pas LPJ KPPM paling banyak mengeluarkan surat!!!! :D" 

2. Anisa Illahi, ini dia staff ahli yang mungkin aku pikir dia rekan kerja terbaik kupanggil dia Ica Berlin. Ica seorang Ketua Bidang PP HMI. Kalau urusan perpolitikan beliau jagonya. Tapi ada hal yang aku salut dari Ica tentang rasa keikhlasan rasa pengabdian yang begitu tinggi terhadap HAMKA. Bagaimana ia selalu tulus dan siap selalu membantu tugasku meski dalam berbagai kondisi dan permasalahan di HAMKA. Ada pengalaman menarik tentang Icha disaat ia mengajukan surat pengunduran diri percaya ga percaya sang ibu kabid ini sampai gak mau makan dan ga bisa tidur semaleman lalu paginya bikin sidang istimewa agar icha gak jd keluar HAMKA.^^
 "Aaaah Icha You're my best partner  :* ".

3. Hammam Hafidzullah , ini adalah staff yang paling kreatif menurutku. Ide-idenya bagus .  Sang pembuat produk Eksrim HAMKA yang enak juga MUSISI multi talent yang punya super kesibukan diluar akademik dan himpunan. Tapi sayang kadang selalu berkehendak semaunya sendiri sedikit aga matrealistissih hehe pesanku untuk Hammam " Teguhkan prinsip,ditengah segala potensi jangan sampai hilang fokus karena sesuatu hal yang kita anggap belum jelas "KEBAIKANNYA"  !!!!" kamu lebih tahu lah mam apa yang aku maksud ^^

4. Rizky Pratiwi, kiki adalah Staff ahli yang paling perhatian juga punya komiment yang tinggi. Dengan kiki enak buat di ajak diskusi meski kadang jarang konfirmasi. hehe tapi gak nyesel masukin Kiki ke dalam keluarga KPPM . 

5. Nela Nurlaela , ini dia Staff ahli yang paling cerdas. ide -ide berlian selalu muncul dari dirinya terutama kalau buntu bikin Tema Kegiatan dan konsep acara , Nela punya kepribadian yang baik untuk jadi seorang pemimpin dengan ketegasan sikapnya tapi kadang-kadang suka mood-moodan yah nel? hhe tapi Nela udah aku anggap adik sendiri, nyambung di ajak ngobrol apa aja dengan pengetahuan dia yang luas, terutama Kuliner .:D
pesen buat nela
"Jaga kesehatan dan Jadilah generasi yang lebih baik untuk HAMKA!!!"

6. Ramlan Burhanudin, dia sering manggil aku mamah bersama sekelompok geng Pandawa lima di pendidikan kimia, Staff ahli tersigap dan terajin yang ada di KPPM . Tapi semenjak jadi Ketua OC Pekan Raya Pendidikan Kimia ( PERAK ) semangatnya agak sedikit memudar entah kenapa semoga kamu gak trauma ya Ramlan jd leader acara besar ? :D
ada satu hal yang lucu tiada tara diantara aku ramlan dan nela. Pagi itu sebelum acara pelepasan wisuda Ramlan memesan spanduk dengan mengeluarkan semua uang yang ada di dompetnya. tiba-tiba ditengah matahari terik terdapat BBM " Teeeh baligho udah dipesen tapi saya habis bensin sekarang mogok depan POLDA, uang saya habis di pake DP " 
T____________T
"Oh Ya ALLAH cinta Hamka sih cinta Hamka tapi ga sampai segitunya kali"
Terpaksa aku dan nela nyusul dengan harap-harap cemas .


7. Siti Maya, Ini dia anak KPPM yang baru Siti maya masuk pada sidang pleno tengah menggantikan Ani Yuna , kinerja siti maya tidak usah diragukan. walau baru sebentar di KPPM tapi dia rela berkorban demi terselenggaranya acara dengan baik. Terutama waktu bayari dulu uang konsumsi untuk baksos anak-anak yatim ya may :P
" Terus lanjutin di KPPM HAMKA ya, HAMKA butuh kader militan kaya kamu" ^^

Rabu, 07 Agustus 2013

Ku Harap Kau Tau dan Tak Lupa Tentang Saudara Kita di Mesir, Syuriah dan Palestine



Oleh : Devi Pratiwi S

Sahabat boleh ku goreskan sebaris syair untukmu ?
Tertanda begitu aku mencintaimu dan mereka saudara kita disana

Sahabat, Ramadhan kali ini terasa begitu berbeda
Bukan karena pesonanya yang memudar
kemarilah mendekat dan lihat

Apakah kau tahu telah terjadi pembantaian kemanusiaan di tanah para nabi ?
Mesir bergejolak, jutaan orang kini bersimbah darah di Rab’ah Adawiyah mempertahankan seorang pemimpin yang dipilih secara demokrasi seketika digulingkan secara tidak demokratis.

Sahabat, Ku pikir kau tak lupa bahwa negara kita adalah salah satu negara muslim terbesar?

Ku pikir kau juga tak lupa,bahwa mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia

Wahai para pemimpin dan sahabatku, kenapa engkau masih membisu ?
Bukankah bangsa kita penganut Demokrasi terbesar ?
Bukankah bangsa kita bangsa yang berpengaruh? sang leader ASEAN saat ini?
Takutkah engkau dengan negara adikuasa di barat sanah ?
Ah sungguh aku hanya tak mau memiliki para pemimpin yang bermuka dua.

Sahabat, Senja kemarin kita bisa berbuka bersama dengan hidangan berbagai jenis macamnya
Membeli baju lebaran dengan aneka warnanya

Apakah kau tahu telah terjadi pembantaian kemanusiaan di Negri syuria ?
Perang saudara semakin marak, gelombang pergolakan di seluruh Dunia Arab
Konflik sunni dan syi’ah yang bukan lagi kita anggap wajar
Ketika kelaparan memuncak seketika itu pula daging kucing menjadi halal
Ketika para gadis dan warga sipil tak ada lagi harganya

Sahabat, disini aku bersamamu mendengar takbir menggema
Suara petasan serta kembang api begitu mewahnya mewarnai langit bangsa kita

Apakah kau tahu, ratapan Palestine belumlah berakhir ?
Berjuta nyawa puluhan tahun melayang tak berarti
Seorang anak melihat ayah dan ibunya ditembak mati
Jutaan anak penghapal qur’an dibantai habis karena kebiadaban tentara zionis
Mungkin saja mereka tak bisa bedakan mana batu dan mana peluru

Ku pikir kau tak lupa, jika di tanah suci Yesrussalem Rasullah pergi ke sidratul muntaha?
Ku pikir kau tak lupa, jika  sebelumnya Rasullulah menyeru umat untuk berkiblat pertama ke arah Masjid Al-Aqsa ?

DEKLARASI PEMUDA INDONESIA MENOLAK PELANGGARAN HAM DI MESIR


JAKARTA, ISLAMICGEO-Kamis (1/8/2013), gedung Aula Timur ITB dipenuhi oleh para pemuda dan orang tua dengan secercah harapan dan semangat untuk menyelamatkan kemanusiaan di Mesir. Acara itu pun diberi nama ‘Deklarasi Pemuda Indonesia Menolak Pelanggaran HAM di Mesir’ dan berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 17.00 waktu setempat. Dihadiri oleh 233 orang dari berbagai golongan dan 6 media nasional.

Acara tersebut juga menyajikan teleconference bersama Lembaga Kajian Timur Tengah SINAI (Studi Informasi Alam Islami) MESIR yang diwakili Abu Nashar, menghadirkan M. Anas Aziz (Pengamat Politik Timur Tengah) serta Ali Abdillah (Ketua BEM UI sekaligus pembuat petisi Mesir) sebagai narasumber. Adapun sesi diskusi ini dipandu oleh Denny Reza Kamarullah (Kepala Sektor Eksternal LDK GAMAIS ITB) selaku moderator.

Dalam diskusi tersebut, terlebih dahulu disampaikan pemaparan mengenai kronologi pelanggaran HAM yang terjadi di Mesir yang disampaikan oleh M. Anas Aziz. Hal yang sama juga kemudian dipaparkan oleh Abu Nashar dari SINAI MESIR melalui teleconference dari Kairo dengan memaparkan kondisi factual yang terjadi di Mesir hingga saat ini. Setelah itu, Ali Abdillah juga menyampaikan langkah-langkah strategis yang sekiranya bisa kita lakukan sebagai pemuda Indonesia. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan musikalisasi puisi.

Turut hadir dalam acara ini, perwakilan dari berbagai lembaga kemahasiswaan seperti FSLDK Indonesia, GAMAIS ITB, BEM REMA UPI, BEM KEMA UNPAD, BEM KM UGM,  BEM UNSRI, BEM UNS, BEM KM IPB, BEM UI, Forum Perempuan BEM SI JABAR, HIROKOBA, Indonesia Tanpa JIL, KAMMI Wilayah Jawa Barat, HMI ITB, PPI Belanda, PPI Dunia, ISMKI, dan Garuda Keadilan serta masyarakat umum.

Setelah rehat shalat Ashar, acara kembali dilanjutkan dengan orasi dari perwakilan tiap lembaga yang hadir. Kemudian dibacakan deklarasi bersama. Pembaca Deklarasi adalah Denny Reza Kamarullah dari Gamais ITB.  
Harapan deklarasi ini menjadi langkah awal yang baik bagi para pemuda Indonesia untuk lebih peduli dengan saudara-saudaranya di manapun berada dan juga senantiasa menjungjung tujuan nasional Negara Indonesia yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu ikut serta dalam perdamaian dunia. Karena itu adalah tujuan Indonesia berdiri.

Berikut isi deklarasi Pemuda Indonesia Menolak Pelanggaran Ham di Mesir:


Selasa, 30 Juli 2013

SANLAT PELANGI RAMADHAN MUTIARA JALANAN FSLDK BARAYA




Oleh : Devi Pratiwi Sudrajat
( Koord Komisi B, BAPEDa LDM UIN )

Bandung- Di Kolong Jembatan Layang Kiara Condong . Ketika kehidupan terus bergulir ketika itu pula berjuta nikmat Allah SWT dalam setiap hembusan napas, aliran darah kita. Pendidikan yang tinggi, tempat berlindung yang layak, makanan yang enak canda tawa pun mewarnai hari-hari kita. 

Namun, pernahkah kita sedikit menengok terhadap saudara-saudara kita diluar sana?

Semua tidaklah sama. Dibawah jembatan itu ada garis-garis kehidupan,ada sekelompok mutiara jalanan dengan keadaan dan kondisi yang bermacam-macam. Mereka berusaha ceria walau harus terus berjuang menghadapi kerasnya arus kehidupan, tentu menjadi anak jalanan bukanlah suatu pilihan.
Mereka adalah saudara kita. Mereka adalah amanah Allah SWT yang harus dilindungi, dijamin hak-haknya sehingga tumbuh kembangnya menjadi manusia dewasa yang bermanfaat dan bermasa depan cerah.

Adakah sesuatu yang dapat kita lakukan?

mungkin tak banyak,sedikit kepedulian kita tentang pembinaan sedikitnya memberikan mereka harapan memberikan mereka peluang bahwa mutiara jalanan pun layak menjadi mutiara bangsa.


Mutiara Jalanan Selepas Tampil di Ramadhan Fair UPI
Sedikit kepedulian sungguh sangat berarti untuk mereka

Setiap minggu dibawah kolong jembatan atau dilapangan stasiun, terkadang kami menyempatkan untuk sedikit berbagi memberi ilmu memberi kebahagiaan,walau mungkin tak seberapa. Kami suatu komunitas kecil yang bernama "ASPAL" Komunitas Peduli Anak Jalanan berharap ASPAL ini suatu bentuk analogi sebagai perekat hubungan antara kita sebagai pembelajar dan para anak-anak jalanan sehingga sama-sama bisa bersinergi ke arah yang lebih baik, suatu komunitas bermula hanya beberapa kader LDK LDM UIN Bandung berdiri pada tahun 2010, lalu tergabungnya dengan para relawan dari berbagai kampus di Forum Silahturahim Lembaga Dakwah kampus (FSLDK Bandung Raya) .
Di moment Ramadhan yang Allah janjikan penuh keberkahan pun kami ingin berbagi dengan mereka, memberi kesempatan kepada kawan sekalian untuk ikut merasakan kebahagiaan "Melukis Cita dan Cinta,Bersama Membangun Harmoni Anak Negeri" yang kami rangkai dalam agenda Pesantren Kilat Pelangi Ramadhan Alhamdulillah terlaksana pada16-23 Juli 2013 di Yayasan Beribu jl.  Jembatan kiaracondong Setiap pukul.16.00 – 18.30 WIB.

Mentoring kecil anjal

Jumat, 26 Juli 2013

Hanya Tak Ingin Menjadi “Aktivis Cengeng”!


Sebuah catatan kecil,
Malam hari itu hujan begitu derasnya,
seperti biasa ku simpan sebuah motor matic merah setiaku di garasi rumah.  
Kulihat jam dinding waktu sudah menunjukan hampir pukul 21.00
Kuucapkan salam dan mencium tangan ayah dan ibu
“ Dari mana saja teh, tumben hari ini sampai jam 9 ?“ sambut ibu
Lalu kuceritakan sepenggal pengalaman hari ini
“tadi PPL ngajar alhamdulillah dapat ngajar kelas X dan XI terus ke Panti Asuhan mau ada bakti Sosial anak-anak himpunan jurusan, setelah itu menghadiri undangan LDK , barusan Alhamdulillah acara penutupan pesantren kilat anak jalanan dikiara condong “
“Sudah makan?”
Ku jawab “ Sudah” untuk saja detik itu perutku tidak berbunyi, bahwa anak perempuannya ini sedang berbohong. Kejadian penutupan ASPAL tadi sungguh luar biasa memang menguras energi pikiran akhir-akhir ini bagaimana harus mengondisikan relawan dan anak jalanan sehingga terkadang perut sendiri pun lupa untuk dipenuhi haknya.
“teteh gak  cape? Berangkat pagi pulang akhir-akhir ini malam. Bukannya sedang alergi ? Tubuh juga perlu istirahat teh !” Nada ibu penuh kecemasan
Aku pun  hanya tersenyum dan berkata  “ Amanah bu “ lalu menutup pintu kamar.

Entah kenapa akhir-akhir ini rasanya penat sekali ingin rasanya menangis tanpa sebab,dengan tubuh yang luar biasa mengantuk aku menjalankan shalat isya dan tarawih munfarid. Tiba-tiba ada sebuah sms berbunyi, dan ku baca di layar hpku :

Sudah Berapa juz tilawah hari ini?di pertengahan Ramadhan Mubarak sudah khatam min. 1x kah ?
*jika belum maka jangan bertanya, kenapa dalam aktivitas kita merasakan lelah pun tak terarah”

Ya itu sms yang datang seakan menampar imanku kala itu, sms yang datang dari Murabbiku.
Beliau salah seorang yang selalu mengingatkan keadaan rukhiyah ini.

Ku buka Mushaf di dalam tas, sungguh sangat menyedihkan hari ini 14 Ramadhan tapi tilawah ku baru sampai juz 11 itu tandanya aku masih ada hutang 3 juz . Apa yang sebenarnya selama ini aku lakukan ? Bukankah agenda akademik, agenda organisasi, agenda dakwah itu ku niatkan karenaMu ?
Sungguh tidak pantas di dalam bulan Suci yang penuh rahamat penuh maghfirah keadaan iman dalam kefuturan.

Teringat sebuah karya yang pernah ku baca dari seorang akhwat tentang sebuah amanah :

Amanah ini,Bu..
 
Jalan ini memang panjang bahkan tak berujung…
Semakin kupandang semakin jauh ujungnya…
Inginku berlari sekencang-kencangnya untuk menyudahi perjalanan ini, tapi tak kunjung sampai
Sampai berdarah-darah kakiku, dihantam batu dan kerikil yang tajam…
Sakit sekali bu…

Sabtu, 11 Mei 2013

Teks MSQ : “Karena Dakwah adalah Cinta dan Kewajiban Setiap Muslim ”.


Musabaqah syarhil qur’an ( MSQ ) merupakan salah satu cabang MTQ yang sangat unik. Dilihat dari segi penampilan, cabang ini tergabung di dalam grup yang terdiri dari 3 orang yakni
1.      pensyarah yang menjelaskan isi al qur’an baik secara teks maupun konteks dengan model retorik
2.       penterjemah yang menerjemahkan ayat yang dikaji di dalam syarahan dengan bahasa yang puitis
3.      seorang pembaca ayat dengan model tilawah dan lagam tertentu. 


Berikut contoh teks MSQ :

Assalamu’alaikum Wr.Wb,
اَلْحَمْدُاللهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. وَبِهِيْنَ الشْتَعِيْنُ عَلَٓ عُمُرِدُّنْيَوَدِّيْنَ. وَالصَّلٰتُ وَالسَّلٰمُ اَلآ اَ لشْرَفِلْ اَمْبٰيٰإِ وَالْمُرْسَلِيْنَ. شَيْدِنَ مُحَمَّدٍ وَعَلٰاَلِهِ وَاَشْحَبِهِ اَجْمَعِيْنَ. عَمَّبَعْدُ. قَلَ اللّٰهُ تَعَلَ فِالْقُرْاٰنِ الْكَرِيْمِ. اَعُضُبِ اللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَٓنِ الرَّ جِيْمِ.
 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dewan juri yang kami hormati! para peserta Musabaqah Syarhil Qur’an yang berbahagia, serta hadirin wal hadirat yang dimuliakan oleh Allah.
            Yang pertama dan yang paling utama. Tiada pujian yang pantas kita panjatkan selain pada Allah SWT yang telah menggerak getarkan hati, jiwa dan raga, sehingga pada kesempatan kali ini kita dapat berkumpul di majelis yang insyaAllah penuh berkah ini.
            Shalawat dan salam semoga selalu tercurah pada junjungan kita Habibana wa Nabiyana Baginda Rasullullah Muhammad SAW , beserta keluargadan sahabatnya,para tabiin dan tabiatnya  dan insyaallah sampai kita selaku umatnya. Amiin.
          Pada Kesempatan kali ini perkenankanlah kami menyampaikan syarahan dengan judul
“Karena Dakwah adalah Cinta dan Kewajiban Setiap Muslim ”.
Ya Ma'ashirol Muslimin Rohimakumullah……
Apa yang tersirat ketika mendengar kata dakwah ?
Dakwah itu tugasnya para ustadz dan kiyai, tugasnya para da’i, hanya untuk para aktivis dakwah atau para santri ? benar seperti itu ?
Untuk itu mari kita luruskan paradigma tersebut bahwa Dakwah itu merupakan kewajiban kita selaku umat muslim . Sebelum kami memaparkan lebih jauh mengenai bagaimana urgensi dakwah dalam kehidupan , mari sama-sama kita dengarkan bersama lantunan ayat suci Al-Qur an Surat Al-Imron ayat 104 yang akan dibacakan oleh Qori'ah kami sebagai berikut :
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. 3:104)

Dalam ayat tersebut jelas bahwa,berdakwah berarti kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang lain untuk beriman dan taat kepada Allah SWT, sesuai dengan garis akidah, syariat dan akhlak Islam mencegah dari kemungkaran. Dan siapa orang yang beruntung itu ? yakni kita selaku umat muslim. Di sini tampak bahwa tugas dakwah pada hakikatnya bukan hanya tugas para da’i, melainkan tugas semua manusia yang mengaku dirinya sebagai hamba Allah . 
Jangan jadikan dakwah itu terasa berat, karena dakwah adalah cinta . saling mencintai antara sesama muslim menginginkan yang terbaik dan mengajak orang yang dicintai agar bisa sama-sama untuk merasakan surga Illahi Rabbi. 
Karena jika dakwah adalah cinta maka ia adalah paham. Paham akan apa hakikat jalan ini bahwa inilah jalan para Anbiya. Karena jika dakwah adalah cinta maka ia adalah satu bentuk amal berbalut keikhlasan. Imannya pun hidup dan menyala. Amalnya mengalir tiap waktu. Karena dakwah adalah cinta yang diberikan kepada Rabb nya. Ia lah pemegang teguh bahwa “Allahu Ghaayatuna, Allah tujuan kami”.
Namun haruslah kita ingat bahwa dakwah itu tidak mudah, sebelum kita mengingatkan kepada oranglain hendaknya benahi dulu diri kita sendiri  karena mengutip dari buku Risalah Dakwah Kampus bahwa prinsip dakwah itu “ melayani sebelum mendakwahi, memberi teladan sebelum mengajak, mengembirakan bukan menakuti, mempermudah bukan mempersulit, serta memberi solusi bukan menghakimi .
Seorang muslim sejati selalu bangga dengan identitasnya sebagai seorang muslim. Ia tidak takut menampilkan Islam sebagai pribadinya. Lantas mengapa pada saat ini umat muslim seakan malu dan takut berdakwah ? 
Ya Ma'ashirol Muslimin Rohimakumullah……
Sebagaimana Allah berfirman dalam Qur’an surat Al- Qashash ayat 87 :
Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-sekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. ( Al-Qashash : 87 )
Inilah, seruan Allah agar kita tidak takut untuk beramar makruf nahi munkar, agar tidak ada satu pun di dunia ini yang menghalangi kita untuk menyampaikan risalah yang sudah Allah sampaikan kepada Rosul hingga sampai kepada selaku umatnya.
Berdakwah itu tidak selalu berada dalam mimbar saja, kita ingat kisah teladan Rasulullah  SAW bawah Rosul pun berdakwah tidak langsung secara terang-terangan tapi beliau dengan cerdasnya membentuk halaqoh-halaqoh kecil mengajak orang-orang yang dicintai keluarganya dan sahabatnya agar sama-sama berada di jalan kebenaran. Lalu tidak sampai disitu Rosulullah tidak pernah takut oleh apapun, ketika beliau sedang berjalan ia dicaci dan  dilemparinya kotoran-kotoran hewan oleh kafir quraisy. Tapi apa yang Rosul lakukan? ia hanya tersenyum membalasnya. Sampai suatu ketika salah seorang kafir quraisy itu terjatuh sakit. Lalu siapa orang yang pertama kali menjenguknya ? yakni Rosulullah SAW hingga sampai kafir tersebut masuk kedalam agama islam. Subhanallah begitu cerdasnya  Rosulullah menyampaikan dakwahnya, tidak hanya sebatas lisan namun dengan perbuatan.
Karena itu, tidak perlu jadi ulama terlebih dulu baru berdakwah! Tapi mulailah perbaiki dari diri sendiri, mulai pada saat ini lalu sampaikanlah kebaikan itu kepada oranglain. Dengan demikian umat Islam akan kembali berjaya dan terpelihara daripada perpecahan serta infiltrasi pihak manapun. Menganjurkan berbuat kebaikan saja tidaklah cukup tetapi harus dengan menghilangkan sifat-sifat yang buruk. Siapa saja yang ingin mencapai kejayaan. Maka ia terlebih dahulu harus mengetahui taktik perjuangan untuk mencapainya, karena kejayaan tidak akan tercapai melainkan dengan kekuatan, dan kekuatan tidak akan terwujud melainkan dengan persatuan. Persatuan yang kokoh dan kuat tidak akan tercapai kecuali dengan sifat-sifat keutamaan. Tidak terpelihara keutamaan itu melainkan dengan terpeliharanya agama dan akhirnya tidak mungkin agama terpelihara melainkan dengan adanya DAKWAH!!!!

Sebelum menutup syarahan ini  izinkan saya mengutip ungkapan mutiara dari seorang mujahid dakwah Hasan Al-bana :
Dakwah itu adalah nafas kehidupan maka tarbiyah adalah sendi perjuangannya
Dakwah itu adalah cinta, dan cinta akan meminta semuanya dari diri kita : pikiran kita, perhatian kita, berjalan kita, duduk kita dan tidur 
Sekian yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat untuk kita semua. Mohon maaf apabila selama kami menyampaikan uraian di atas banyak kekurangan karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata.
Wassalamu’alaikumWr.Wb

Teks Musabaqoh Syarhil Qur’an Juara I Pekan Raya Pendidikan Kimia 2013
Oleh :
Devi Pratiwi S ( Da’iah/ Pensyarah )
Gina Resyatania ( Qori’ah/Pembaca Qur’an )
Hilmy Luthfiyah ( Sari Tilawah/Penerjemah )


Source :  Dari berbagai sumber


Note :
Tidak pernah terlintas sedikitpun untuk menjadi pemenang, namun hati tulus menyampaikan risalah serta menunaikan amanah dari teman-teman agar bisa memberikan yang terbaik. Sungguh pengalaman MSQ pertama yang luar biasa.  Prestasi ini takan berarti tanpa adanya do’a dan dukungan dari mereka. Untuk mu “ Pendidikan Kimia Semester 6A 2010 “






Selasa, 16 April 2013

Dibalik Kekacauan UN 2013



Oleh : Devi Pratiwi Sudrajat
Mahasiswa Pendidikan Kimia
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Senin, 15/04/2013 merupakan hari pertama Ujian Nasional (UN) untuk SMA/MA sederajat dilaksanakan banyak hal yang perlu dievaluasi khususnya bagi Kemdikbud dalam pelaksanaan UN yang katanya menjadi tolak ukur kelulusan siswa. Bermula dari himbauan pemerintah bahwa UN tahun ini akan menerapkan 20 paket soal UN untuk menghindari adanya kecurangan dan kebocoran soal UN. Membuat para siswa risau serta guru pun harus bekerja ekstra keras agar peserta didiknya bisa menempuh UN dengan sistem yang selalu berubah-ubah setiap tahunnya. Namun ada hal yang diluar dugaan dalam UN tahun ini. Bukan karena UN yang selalu menjadi wacana menakutkan,tapi UN tahun 2013 ini dinyatakan gagal. 

Indikator kegagalan ini pun dapat dilihat dari gencarnya media mempublikasikan banyaknya kekacauan dalam UN tahun 2013, dimulai dari keterlambatan dan tidak terkirimnya paket soal ke 11 Provinsi. Hingga hari H, paket Soal Ujian Nasional untuk SMA dan SMK untuk 11 Provinsi di kawasan Indonesia Tengah belum dapat terkirim sehingga membuat jadwal Ujian Nasional yang semula dijadwalkan dari tanggal 15 April 2013 bergeser menjadi tanggal 18 April 2013 ( edukasi.kompasiana.com 16/4/2013 ).  Selain itu tidak berkualitasnya dari lembar kerja jawaban yang dirasa gampang sobek, membuat tidak sedikitnya siswa kecewa dan risau . Tidak hanya disitu kekacauan pun terjadi pada beberapa soal,  pada  sampul Bahasa Indonesia namun  isi Soal Bahasa Inggris, banyaknya soal yang rusak baik pembungkusnya atau robeknya beberapa naskah, ini menunjukkan kualitas bahan yang rendah, padahal dana yang dikucurkan oleh pemerintah sangat besar. 
Gambar Ilustrasi

Pelaksanaan UN tahun ini tidak hanya kontroversi  mewarnai kebocoran soal UN seperti  tahun-tahun sebelumnya tapi lebih dari itu, kegagalan yang harus dijadikan evaluasi besar-besaran bagi pendidikan Indonesia, banyaknya kekacauan pada pelaksanaan UN menandakan kurangnya persiapan dan koordinasi khususnya dalam Kemdikbud, sudah sepatutnya kebijakan UN ini disertai dengan persiapan dan pelaksanaan yang baik pula apalagi mengingat dana untuk pelaksanaan UN ini tidak sedikit. Minimalnya memilih tender percetakan yang sigap dan memilih kualitas kertas yang baik serta penyebaran soal UN yang profesional. 

Besar harapan jika setiap kebijakan hendaknya diikuti konsep yang matang dan pelaksanaan yang terkoordinir dengan baik, karena sedikitnya kekacauan ini akan menimbulkan dampak negatif terhadap pendidikan Indonesia terlebih terganggunya  psikologis peserta UN.  Semoga dibalik kekacauan ini kita sama-sama membenahi sistem pendidikan Indonesia dari berbagai aspek, terlebih Kemdikbud agar lebih mengevaluasi untuk pelaksanaan UN selanjutnya namun  alangkah lebih baiknya pelaksanaan Ujian Nasional tidak dijadikan  sebagai kriteria kelulusan,namun hanya digunakan sebagai pengukur keberhasilan tingkat pendidikan di sekolah agar bisa benahi dari setiap lini Indonesia untuk pendidikan yang lebih baik.