Minggu, 31 Maret 2013

Menjaga Hati


10 Penyakit Hati dan 5 Obat Hati 

Oleh : Devi Pratiwi S


Bismillahirahmanirahim
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl: 78)

Dari ayat di atas, bisa kita lihat ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil salah satunya yakni tentang keharusan kita dalam bersyukur telah diberi pendengaran pengliatan serta yang utama hati nurani oleh ALLAH SWT, karena selain akal untuk berpikir hati nuranilah yang membedakan kita dengan makhluk Allah lainnNya.
 
Hati atau sering kita sebut sebagai qolbu adalah bagian terpenting dari diri manusia, karena hati merupakan bagian dari diri yang sangat sensitif sekali terhadap suatu keadaan. Keimanan dan karakter kita pun dapat ditentukan oleh dari isi hati yang ada dalam diri kita. Karena disadari atau pun tidak keadaan hati sangat mempengaruhi  aktivitas dan hasil yang kita capai, bila hati bersih dan pikiran tenang segala aktivitas pun akan terasa ringan.
Percayakah bahwa keadaan hati kita dapat menghalangi do’a-do’a yang kita panjatkan kepada Allah SWT .

Berikut dikisahkan bahwa suatu hari Ibrahim ibn Adham ( seorang yang hidup di masa tabi’in ) melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata :
  Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdo’a namun tak pernah dikabulkan ?”

Ia menjawab : “ Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal “

1)      Kalian Mengenal ALLAH SWT tetapi tak menunaikan hak-Nya
2)      Kalian mengaku cinta Rosul tetapi tak menunaikan sunnahnya
3)      Kalian membaca Al-Qur'an tapi tak mengamalkannya
4)     Kalian memakan nikmat ALLAH SWT tapi tak pernah pandai bersyukur
5)      Kalian mengatakan setan adalah musuh, tapi senang mendengarkan dan mengikuti bisikannya
6)  Kalian katakan bahwa syurga itu adalah haq ( benar adanya ) tetapi tak pernah beramal untuk menggapainya
7)    Kalian katakan bahwa neraka itu adalah haq ( benar adanya ) tetapi tak mau lari darinya
8)   Kalian katakan bahwa kematian adalah haq ( benar adanya ) tapi tak pernah menyiapkan diri untuknya
9)  Kalian terbangun dari tidur lantas sibuk memperbincangkan aib orang lain tapi lupa dengan aib sendiri
10)  Kalian kubur orang yang meninggal dunia di kalangan kalian, tapi tak pernah mengambil pelajaran dari mereka
( Sumber : Mi’ah Qishshah wa Qishah Fii Aniis ash-shaalihiin Wa Samiir al-Muttaqiin, Muhammad Amin al-Jundi, Juz II hal 94 )

Berikut beberapa hal yang dapat mematikan hati, semogalah kita bukan termasuk kedalam orang-orang yang Allah matikan hatika sehingga dapat mengahalangi usaha dan do’a yang kita panjatakan untuk ALLAH SWT.

Sebagai orang yang beriman hendaknya kita selalu berusaha menjaga hati agar terhindar dari penyakit hati tersebut. Karena Allah pun sangat membenci orang-orang yang memilki penyakit hati 

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta” ( Al Baqarah 10)

Lantas bagaimana membersihkan dan mengobati hati tersebut?

Gambar Ilustrasi




Masih ingatkah dengan lagu tombo ati yang dinyanyikan oleh opik ? ya lagu yang penuh makna tidak hanya syairnya yang nyaman untuk didengar tapi maknanya yang sudah sepatutnya kita amalkan.

Adapun langkah yang terpenting untuk dapat mengobati hati kita adalah:
1.      Membaca Al-Qur’an dan maknanya
Ya bagaimana hati tidak tentram apabila kita fasih membaca al-qur’an , membaca artinya serta dapat mengamalkan isinya. Bukankah Al-Qur’an adalah pedoman umat manusia serta salah satu cara kita untuk dapat berinteraksi dengan ALLAH SWT.

2.      Sholat malam dirikanlah
“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”. (QS. Al Israa’ : 79)
Shalat malam tahajud merupakan shalat yang langsung Allah seru dalam surat Al-Israa ayat 79 . Bagaiamana tidak Allah beri kedudukan yang tinggi karena disaat orang lain terlelap tertidur orang yang senantiasa melaksanakan tahajud terbangun disepertiga malam berharap ampunan dan bermunajat penuh do’a Di saat-saat sepertiga malam itulah, doa-doa kita lebih didengar oleh sang maha Pencipta. Sebab komunikasi dengan Allah serasa cepat, karena hanya sedikit hambaNya yang memohon di sepertiga malam itu.


3.      Berkumpullah dengan orang sholeh
“ Bergaulah dengan orang-orang baik jika engkau ingin bersahabat ketahuilah, saudara yang membela itulah saudaramu betapa banyak yang menjadi saudara padahal mereka tidaklah terlahir dari orang tuamu, namun orang tua mereka seakan-akan orang tuamu “      ( Al- Abbas )
Pembentukan karakter manusia sebagian besar ditentukan oleh pergaulan, untuk itu berkumpul dengan orang shaleh merupakan salah satu usaha kita untuk senantiasa istiqomah dijalanNya karena bersama merekalah yang selalu mengingatkan kita tentang kebaikan menegur saat datang kelalaian, merekalah yang selalu mendo’akan untuk kebaikan kita. 

4.      Perbanyaklah berpuasa,
Perintah Allah tentang puasa baik puasa wajib atau pun sunnah sudah terbukti manfaatnya bagi manusia, baik dari segi jasadiah ( medis ) atau Ruhiyah ( Hati ) dengan berpuasa kita senantiasa berusaha menjaga hal-hal yang masuk ke dalam diri tidak hanya makanan tapi kita pun senantiasa lebih menjaga lisan, pandangan, pendengaran dan menjaga hati. Membersihkan jiwa dengan merasakan derita dan berempati kepada  orang-orang yang tidak mampu, untuk berbuat baik dan berbagi rezeki kepada mereka yang mengalami kesulitan hidup dari sisi ekonomi.


5.      Dzikir malam perpanjanglah
Dengan berdzikir hati dan pikiran kita senantiasa ingat kepada ALLAH SWT . karena dengan dzikir selain dapat mententramkan hati juga dapat menghindarkan kita dari perbuatan yang sia-sia. Dzikir yang mudah dan ringan untuk diucapkan, tapi ucapan itu akan memberatkan timbangan amalan kebaikan kita di akhirat nanti seperti dalam hadits kudsi berikut .
"Dua kalimat ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan dan disukai oleh (Allah) Arrohman, yaitu kalimat: "Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil 'Adzhim" (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung)." (HR. Bukhari).


Walau sebagaimana kita ketahui karena hanya ALLAH lah yang maha mengetahui isi hati dan dapat membolak-balikan isi hati .

“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (QS. 64:4)

Subhanallah maha suci Allah begitu luasnya permasalahan tentang hati ini, kita sebagai manusia pun tidak pernah luput dari kesalahan dan khilaf namun sudah menjadi kewajiban  agar kita senantiasa selalu menjaga hati ini agar terus berusaha selalu ada dalam perlindunganNya. Menjauhkan hal-hal yang dapat mematikan hati dengan senantiasa menjalankan perintahnya menjauhi larangannya .

“Yaa Muqallibal quluub tsabbit qalbi ala diinika waala toaatika
Duhai yang membolak-balikan hati, fikiran dan perasaan, tetapkan keyakinanku dalam agama-Mu dan raih aku dalam keta’atan di jalan-MU.

Wallahu ‘alam bishawab

Semoga bermafaat ^^.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar