LET's

Selasa, 30 Juli 2013

SANLAT PELANGI RAMADHAN MUTIARA JALANAN FSLDK BARAYA




Oleh : Devi Pratiwi Sudrajat
( Koord Komisi B, BAPEDa LDM UIN )

Bandung- Di Kolong Jembatan Layang Kiara Condong . Ketika kehidupan terus bergulir ketika itu pula berjuta nikmat Allah SWT dalam setiap hembusan napas, aliran darah kita. Pendidikan yang tinggi, tempat berlindung yang layak, makanan yang enak canda tawa pun mewarnai hari-hari kita. 

Namun, pernahkah kita sedikit menengok terhadap saudara-saudara kita diluar sana?

Semua tidaklah sama. Dibawah jembatan itu ada garis-garis kehidupan,ada sekelompok mutiara jalanan dengan keadaan dan kondisi yang bermacam-macam. Mereka berusaha ceria walau harus terus berjuang menghadapi kerasnya arus kehidupan, tentu menjadi anak jalanan bukanlah suatu pilihan.
Mereka adalah saudara kita. Mereka adalah amanah Allah SWT yang harus dilindungi, dijamin hak-haknya sehingga tumbuh kembangnya menjadi manusia dewasa yang bermanfaat dan bermasa depan cerah.

Adakah sesuatu yang dapat kita lakukan?

mungkin tak banyak,sedikit kepedulian kita tentang pembinaan sedikitnya memberikan mereka harapan memberikan mereka peluang bahwa mutiara jalanan pun layak menjadi mutiara bangsa.


Mutiara Jalanan Selepas Tampil di Ramadhan Fair UPI
Sedikit kepedulian sungguh sangat berarti untuk mereka

Setiap minggu dibawah kolong jembatan atau dilapangan stasiun, terkadang kami menyempatkan untuk sedikit berbagi memberi ilmu memberi kebahagiaan,walau mungkin tak seberapa. Kami suatu komunitas kecil yang bernama "ASPAL" Komunitas Peduli Anak Jalanan berharap ASPAL ini suatu bentuk analogi sebagai perekat hubungan antara kita sebagai pembelajar dan para anak-anak jalanan sehingga sama-sama bisa bersinergi ke arah yang lebih baik, suatu komunitas bermula hanya beberapa kader LDK LDM UIN Bandung berdiri pada tahun 2010, lalu tergabungnya dengan para relawan dari berbagai kampus di Forum Silahturahim Lembaga Dakwah kampus (FSLDK Bandung Raya) .
Di moment Ramadhan yang Allah janjikan penuh keberkahan pun kami ingin berbagi dengan mereka, memberi kesempatan kepada kawan sekalian untuk ikut merasakan kebahagiaan "Melukis Cita dan Cinta,Bersama Membangun Harmoni Anak Negeri" yang kami rangkai dalam agenda Pesantren Kilat Pelangi Ramadhan Alhamdulillah terlaksana pada16-23 Juli 2013 di Yayasan Beribu jl.  Jembatan kiaracondong Setiap pukul.16.00 – 18.30 WIB.

Mentoring kecil anjal

Jumat, 26 Juli 2013

Hanya Tak Ingin Menjadi “Aktivis Cengeng”!


Sebuah catatan kecil,
Malam hari itu hujan begitu derasnya,
seperti biasa ku simpan sebuah motor matic merah setiaku di garasi rumah.  
Kulihat jam dinding waktu sudah menunjukan hampir pukul 21.00
Kuucapkan salam dan mencium tangan ayah dan ibu
“ Dari mana saja teh, tumben hari ini sampai jam 9 ?“ sambut ibu
Lalu kuceritakan sepenggal pengalaman hari ini
“tadi PPL ngajar alhamdulillah dapat ngajar kelas X dan XI terus ke Panti Asuhan mau ada bakti Sosial anak-anak himpunan jurusan, setelah itu menghadiri undangan LDK , barusan Alhamdulillah acara penutupan pesantren kilat anak jalanan dikiara condong “
“Sudah makan?”
Ku jawab “ Sudah” untuk saja detik itu perutku tidak berbunyi, bahwa anak perempuannya ini sedang berbohong. Kejadian penutupan ASPAL tadi sungguh luar biasa memang menguras energi pikiran akhir-akhir ini bagaimana harus mengondisikan relawan dan anak jalanan sehingga terkadang perut sendiri pun lupa untuk dipenuhi haknya.
“teteh gak  cape? Berangkat pagi pulang akhir-akhir ini malam. Bukannya sedang alergi ? Tubuh juga perlu istirahat teh !” Nada ibu penuh kecemasan
Aku pun  hanya tersenyum dan berkata  “ Amanah bu “ lalu menutup pintu kamar.

Entah kenapa akhir-akhir ini rasanya penat sekali ingin rasanya menangis tanpa sebab,dengan tubuh yang luar biasa mengantuk aku menjalankan shalat isya dan tarawih munfarid. Tiba-tiba ada sebuah sms berbunyi, dan ku baca di layar hpku :

Sudah Berapa juz tilawah hari ini?di pertengahan Ramadhan Mubarak sudah khatam min. 1x kah ?
*jika belum maka jangan bertanya, kenapa dalam aktivitas kita merasakan lelah pun tak terarah”

Ya itu sms yang datang seakan menampar imanku kala itu, sms yang datang dari Murabbiku.
Beliau salah seorang yang selalu mengingatkan keadaan rukhiyah ini.

Ku buka Mushaf di dalam tas, sungguh sangat menyedihkan hari ini 14 Ramadhan tapi tilawah ku baru sampai juz 11 itu tandanya aku masih ada hutang 3 juz . Apa yang sebenarnya selama ini aku lakukan ? Bukankah agenda akademik, agenda organisasi, agenda dakwah itu ku niatkan karenaMu ?
Sungguh tidak pantas di dalam bulan Suci yang penuh rahamat penuh maghfirah keadaan iman dalam kefuturan.

Teringat sebuah karya yang pernah ku baca dari seorang akhwat tentang sebuah amanah :

Amanah ini,Bu..
 
Jalan ini memang panjang bahkan tak berujung…
Semakin kupandang semakin jauh ujungnya…
Inginku berlari sekencang-kencangnya untuk menyudahi perjalanan ini, tapi tak kunjung sampai
Sampai berdarah-darah kakiku, dihantam batu dan kerikil yang tajam…
Sakit sekali bu…

Sabtu, 11 Mei 2013

Teks MSQ : “Karena Dakwah adalah Cinta dan Kewajiban Setiap Muslim ”.


Musabaqah syarhil qur’an ( MSQ ) merupakan salah satu cabang MTQ yang sangat unik. Dilihat dari segi penampilan, cabang ini tergabung di dalam grup yang terdiri dari 3 orang yakni
1.      pensyarah yang menjelaskan isi al qur’an baik secara teks maupun konteks dengan model retorik
2.       penterjemah yang menerjemahkan ayat yang dikaji di dalam syarahan dengan bahasa yang puitis
3.      seorang pembaca ayat dengan model tilawah dan lagam tertentu. 


Berikut contoh teks MSQ :

Assalamu’alaikum Wr.Wb,
اَلْحَمْدُاللهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. وَبِهِيْنَ الشْتَعِيْنُ عَلَٓ عُمُرِدُّنْيَوَدِّيْنَ. وَالصَّلٰتُ وَالسَّلٰمُ اَلآ اَ لشْرَفِلْ اَمْبٰيٰإِ وَالْمُرْسَلِيْنَ. شَيْدِنَ مُحَمَّدٍ وَعَلٰاَلِهِ وَاَشْحَبِهِ اَجْمَعِيْنَ. عَمَّبَعْدُ. قَلَ اللّٰهُ تَعَلَ فِالْقُرْاٰنِ الْكَرِيْمِ. اَعُضُبِ اللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَٓنِ الرَّ جِيْمِ.
 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dewan juri yang kami hormati! para peserta Musabaqah Syarhil Qur’an yang berbahagia, serta hadirin wal hadirat yang dimuliakan oleh Allah.
            Yang pertama dan yang paling utama. Tiada pujian yang pantas kita panjatkan selain pada Allah SWT yang telah menggerak getarkan hati, jiwa dan raga, sehingga pada kesempatan kali ini kita dapat berkumpul di majelis yang insyaAllah penuh berkah ini.
            Shalawat dan salam semoga selalu tercurah pada junjungan kita Habibana wa Nabiyana Baginda Rasullullah Muhammad SAW , beserta keluargadan sahabatnya,para tabiin dan tabiatnya  dan insyaallah sampai kita selaku umatnya. Amiin.
          Pada Kesempatan kali ini perkenankanlah kami menyampaikan syarahan dengan judul
“Karena Dakwah adalah Cinta dan Kewajiban Setiap Muslim ”.
Ya Ma'ashirol Muslimin Rohimakumullah……
Apa yang tersirat ketika mendengar kata dakwah ?
Dakwah itu tugasnya para ustadz dan kiyai, tugasnya para da’i, hanya untuk para aktivis dakwah atau para santri ? benar seperti itu ?
Untuk itu mari kita luruskan paradigma tersebut bahwa Dakwah itu merupakan kewajiban kita selaku umat muslim . Sebelum kami memaparkan lebih jauh mengenai bagaimana urgensi dakwah dalam kehidupan , mari sama-sama kita dengarkan bersama lantunan ayat suci Al-Qur an Surat Al-Imron ayat 104 yang akan dibacakan oleh Qori'ah kami sebagai berikut :
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. 3:104)

Dalam ayat tersebut jelas bahwa,berdakwah berarti kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang lain untuk beriman dan taat kepada Allah SWT, sesuai dengan garis akidah, syariat dan akhlak Islam mencegah dari kemungkaran. Dan siapa orang yang beruntung itu ? yakni kita selaku umat muslim. Di sini tampak bahwa tugas dakwah pada hakikatnya bukan hanya tugas para da’i, melainkan tugas semua manusia yang mengaku dirinya sebagai hamba Allah . 
Jangan jadikan dakwah itu terasa berat, karena dakwah adalah cinta . saling mencintai antara sesama muslim menginginkan yang terbaik dan mengajak orang yang dicintai agar bisa sama-sama untuk merasakan surga Illahi Rabbi. 
Karena jika dakwah adalah cinta maka ia adalah paham. Paham akan apa hakikat jalan ini bahwa inilah jalan para Anbiya. Karena jika dakwah adalah cinta maka ia adalah satu bentuk amal berbalut keikhlasan. Imannya pun hidup dan menyala. Amalnya mengalir tiap waktu. Karena dakwah adalah cinta yang diberikan kepada Rabb nya. Ia lah pemegang teguh bahwa “Allahu Ghaayatuna, Allah tujuan kami”.
Namun haruslah kita ingat bahwa dakwah itu tidak mudah, sebelum kita mengingatkan kepada oranglain hendaknya benahi dulu diri kita sendiri  karena mengutip dari buku Risalah Dakwah Kampus bahwa prinsip dakwah itu “ melayani sebelum mendakwahi, memberi teladan sebelum mengajak, mengembirakan bukan menakuti, mempermudah bukan mempersulit, serta memberi solusi bukan menghakimi .
Seorang muslim sejati selalu bangga dengan identitasnya sebagai seorang muslim. Ia tidak takut menampilkan Islam sebagai pribadinya. Lantas mengapa pada saat ini umat muslim seakan malu dan takut berdakwah ? 
Ya Ma'ashirol Muslimin Rohimakumullah……
Sebagaimana Allah berfirman dalam Qur’an surat Al- Qashash ayat 87 :
Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-sekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. ( Al-Qashash : 87 )
Inilah, seruan Allah agar kita tidak takut untuk beramar makruf nahi munkar, agar tidak ada satu pun di dunia ini yang menghalangi kita untuk menyampaikan risalah yang sudah Allah sampaikan kepada Rosul hingga sampai kepada selaku umatnya.
Berdakwah itu tidak selalu berada dalam mimbar saja, kita ingat kisah teladan Rasulullah  SAW bawah Rosul pun berdakwah tidak langsung secara terang-terangan tapi beliau dengan cerdasnya membentuk halaqoh-halaqoh kecil mengajak orang-orang yang dicintai keluarganya dan sahabatnya agar sama-sama berada di jalan kebenaran. Lalu tidak sampai disitu Rosulullah tidak pernah takut oleh apapun, ketika beliau sedang berjalan ia dicaci dan  dilemparinya kotoran-kotoran hewan oleh kafir quraisy. Tapi apa yang Rosul lakukan? ia hanya tersenyum membalasnya. Sampai suatu ketika salah seorang kafir quraisy itu terjatuh sakit. Lalu siapa orang yang pertama kali menjenguknya ? yakni Rosulullah SAW hingga sampai kafir tersebut masuk kedalam agama islam. Subhanallah begitu cerdasnya  Rosulullah menyampaikan dakwahnya, tidak hanya sebatas lisan namun dengan perbuatan.
Karena itu, tidak perlu jadi ulama terlebih dulu baru berdakwah! Tapi mulailah perbaiki dari diri sendiri, mulai pada saat ini lalu sampaikanlah kebaikan itu kepada oranglain. Dengan demikian umat Islam akan kembali berjaya dan terpelihara daripada perpecahan serta infiltrasi pihak manapun. Menganjurkan berbuat kebaikan saja tidaklah cukup tetapi harus dengan menghilangkan sifat-sifat yang buruk. Siapa saja yang ingin mencapai kejayaan. Maka ia terlebih dahulu harus mengetahui taktik perjuangan untuk mencapainya, karena kejayaan tidak akan tercapai melainkan dengan kekuatan, dan kekuatan tidak akan terwujud melainkan dengan persatuan. Persatuan yang kokoh dan kuat tidak akan tercapai kecuali dengan sifat-sifat keutamaan. Tidak terpelihara keutamaan itu melainkan dengan terpeliharanya agama dan akhirnya tidak mungkin agama terpelihara melainkan dengan adanya DAKWAH!!!!

Sebelum menutup syarahan ini  izinkan saya mengutip ungkapan mutiara dari seorang mujahid dakwah Hasan Al-bana :
Dakwah itu adalah nafas kehidupan maka tarbiyah adalah sendi perjuangannya
Dakwah itu adalah cinta, dan cinta akan meminta semuanya dari diri kita : pikiran kita, perhatian kita, berjalan kita, duduk kita dan tidur 
Sekian yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat untuk kita semua. Mohon maaf apabila selama kami menyampaikan uraian di atas banyak kekurangan karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata.
Wassalamu’alaikumWr.Wb

Teks Musabaqoh Syarhil Qur’an Juara I Pekan Raya Pendidikan Kimia 2013
Oleh :
Devi Pratiwi S ( Da’iah/ Pensyarah )
Gina Resyatania ( Qori’ah/Pembaca Qur’an )
Hilmy Luthfiyah ( Sari Tilawah/Penerjemah )


Source :  Dari berbagai sumber


Note :
Tidak pernah terlintas sedikitpun untuk menjadi pemenang, namun hati tulus menyampaikan risalah serta menunaikan amanah dari teman-teman agar bisa memberikan yang terbaik. Sungguh pengalaman MSQ pertama yang luar biasa.  Prestasi ini takan berarti tanpa adanya do’a dan dukungan dari mereka. Untuk mu “ Pendidikan Kimia Semester 6A 2010 “






Selasa, 16 April 2013

Dibalik Kekacauan UN 2013



Oleh : Devi Pratiwi Sudrajat
Mahasiswa Pendidikan Kimia
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Senin, 15/04/2013 merupakan hari pertama Ujian Nasional (UN) untuk SMA/MA sederajat dilaksanakan banyak hal yang perlu dievaluasi khususnya bagi Kemdikbud dalam pelaksanaan UN yang katanya menjadi tolak ukur kelulusan siswa. Bermula dari himbauan pemerintah bahwa UN tahun ini akan menerapkan 20 paket soal UN untuk menghindari adanya kecurangan dan kebocoran soal UN. Membuat para siswa risau serta guru pun harus bekerja ekstra keras agar peserta didiknya bisa menempuh UN dengan sistem yang selalu berubah-ubah setiap tahunnya. Namun ada hal yang diluar dugaan dalam UN tahun ini. Bukan karena UN yang selalu menjadi wacana menakutkan,tapi UN tahun 2013 ini dinyatakan gagal. 

Indikator kegagalan ini pun dapat dilihat dari gencarnya media mempublikasikan banyaknya kekacauan dalam UN tahun 2013, dimulai dari keterlambatan dan tidak terkirimnya paket soal ke 11 Provinsi. Hingga hari H, paket Soal Ujian Nasional untuk SMA dan SMK untuk 11 Provinsi di kawasan Indonesia Tengah belum dapat terkirim sehingga membuat jadwal Ujian Nasional yang semula dijadwalkan dari tanggal 15 April 2013 bergeser menjadi tanggal 18 April 2013 ( edukasi.kompasiana.com 16/4/2013 ).  Selain itu tidak berkualitasnya dari lembar kerja jawaban yang dirasa gampang sobek, membuat tidak sedikitnya siswa kecewa dan risau . Tidak hanya disitu kekacauan pun terjadi pada beberapa soal,  pada  sampul Bahasa Indonesia namun  isi Soal Bahasa Inggris, banyaknya soal yang rusak baik pembungkusnya atau robeknya beberapa naskah, ini menunjukkan kualitas bahan yang rendah, padahal dana yang dikucurkan oleh pemerintah sangat besar. 
Gambar Ilustrasi

Pelaksanaan UN tahun ini tidak hanya kontroversi  mewarnai kebocoran soal UN seperti  tahun-tahun sebelumnya tapi lebih dari itu, kegagalan yang harus dijadikan evaluasi besar-besaran bagi pendidikan Indonesia, banyaknya kekacauan pada pelaksanaan UN menandakan kurangnya persiapan dan koordinasi khususnya dalam Kemdikbud, sudah sepatutnya kebijakan UN ini disertai dengan persiapan dan pelaksanaan yang baik pula apalagi mengingat dana untuk pelaksanaan UN ini tidak sedikit. Minimalnya memilih tender percetakan yang sigap dan memilih kualitas kertas yang baik serta penyebaran soal UN yang profesional. 

Besar harapan jika setiap kebijakan hendaknya diikuti konsep yang matang dan pelaksanaan yang terkoordinir dengan baik, karena sedikitnya kekacauan ini akan menimbulkan dampak negatif terhadap pendidikan Indonesia terlebih terganggunya  psikologis peserta UN.  Semoga dibalik kekacauan ini kita sama-sama membenahi sistem pendidikan Indonesia dari berbagai aspek, terlebih Kemdikbud agar lebih mengevaluasi untuk pelaksanaan UN selanjutnya namun  alangkah lebih baiknya pelaksanaan Ujian Nasional tidak dijadikan  sebagai kriteria kelulusan,namun hanya digunakan sebagai pengukur keberhasilan tingkat pendidikan di sekolah agar bisa benahi dari setiap lini Indonesia untuk pendidikan yang lebih baik.



Minggu, 31 Maret 2013

Menjaga Hati


10 Penyakit Hati dan 5 Obat Hati 

Oleh : Devi Pratiwi S


Bismillahirahmanirahim
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl: 78)

Dari ayat di atas, bisa kita lihat ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil salah satunya yakni tentang keharusan kita dalam bersyukur telah diberi pendengaran pengliatan serta yang utama hati nurani oleh ALLAH SWT, karena selain akal untuk berpikir hati nuranilah yang membedakan kita dengan makhluk Allah lainnNya.
 
Hati atau sering kita sebut sebagai qolbu adalah bagian terpenting dari diri manusia, karena hati merupakan bagian dari diri yang sangat sensitif sekali terhadap suatu keadaan. Keimanan dan karakter kita pun dapat ditentukan oleh dari isi hati yang ada dalam diri kita. Karena disadari atau pun tidak keadaan hati sangat mempengaruhi  aktivitas dan hasil yang kita capai, bila hati bersih dan pikiran tenang segala aktivitas pun akan terasa ringan.
Percayakah bahwa keadaan hati kita dapat menghalangi do’a-do’a yang kita panjatkan kepada Allah SWT .

Berikut dikisahkan bahwa suatu hari Ibrahim ibn Adham ( seorang yang hidup di masa tabi’in ) melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata :
  Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdo’a namun tak pernah dikabulkan ?”

Ia menjawab : “ Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal “

1)      Kalian Mengenal ALLAH SWT tetapi tak menunaikan hak-Nya
2)      Kalian mengaku cinta Rosul tetapi tak menunaikan sunnahnya
3)      Kalian membaca Al-Qur'an tapi tak mengamalkannya
4)     Kalian memakan nikmat ALLAH SWT tapi tak pernah pandai bersyukur
5)      Kalian mengatakan setan adalah musuh, tapi senang mendengarkan dan mengikuti bisikannya
6)  Kalian katakan bahwa syurga itu adalah haq ( benar adanya ) tetapi tak pernah beramal untuk menggapainya
7)    Kalian katakan bahwa neraka itu adalah haq ( benar adanya ) tetapi tak mau lari darinya
8)   Kalian katakan bahwa kematian adalah haq ( benar adanya ) tapi tak pernah menyiapkan diri untuknya
9)  Kalian terbangun dari tidur lantas sibuk memperbincangkan aib orang lain tapi lupa dengan aib sendiri
10)  Kalian kubur orang yang meninggal dunia di kalangan kalian, tapi tak pernah mengambil pelajaran dari mereka
( Sumber : Mi’ah Qishshah wa Qishah Fii Aniis ash-shaalihiin Wa Samiir al-Muttaqiin, Muhammad Amin al-Jundi, Juz II hal 94 )

Berikut beberapa hal yang dapat mematikan hati, semogalah kita bukan termasuk kedalam orang-orang yang Allah matikan hatika sehingga dapat mengahalangi usaha dan do’a yang kita panjatakan untuk ALLAH SWT.

Sebagai orang yang beriman hendaknya kita selalu berusaha menjaga hati agar terhindar dari penyakit hati tersebut. Karena Allah pun sangat membenci orang-orang yang memilki penyakit hati 

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta” ( Al Baqarah 10)

Lantas bagaimana membersihkan dan mengobati hati tersebut?

Gambar Ilustrasi

Minggu, 24 Februari 2013

Syafakallah AYAH

Dibalik Pundak Ayah
Oleh : Devi Pratiwi Sudrajat

Dalam sinar raut wajahmu
dibalik pundak amanah itu
ada keringat yang tersimpan begitu rapih
ada tumpukan beban dalam benak
namun mengapa tak pernah kau coba tampakan ?

Kini
rasanya terlalu kelu kedua mata melihat kau rapuh
rasa penyesalan menjalar dalam diri
mungkinkah aku terlalu acuh ?

Aku yang pertama 
yang memanglah belum menjadi anak terbaik untukmu,
belum bisa menjadi  uswatun khasanah untuk adiku
namun sungguh.,
jauh dalam sanubari masih ingin melihat binar matamu melihat perjuangan ini,
hingga rasa bangga tumbuh selalu dalam relung hatimu.

hari ini, esok dan selamanya.
aku hanya ingin menjadi yang shaliha agar kelak bisa membawamu bersama ke surgaNya.

selalu berdo'a dalam setiap nafas,

setiap sunyi sepertiga malamNya.
bermunajat agar Allah SWT selalu memberikan kesembuhan

seperti dulu kepadamu tersenyum bersama ibu dan adik kecilku .

 -----------------------------________________________________---------------------------------------





Senin, 07 Januari 2013

Cerita Pendek : Karena Cinta Tidak Selalu Datang Tepat Waktu

Cerita Pendek

                                                Karena Cinta Tidak Selalu Datang Tepat Waktu

                                                      Oleh : Devi Pratiwi Sudrajat 

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari itu
Matahari mulai malu-malu menemui senja
Angin berhembus deras begitu lirih
Membuat ranting seperti enggan melepas dedaunan
Sepeda melaju dengan cepat
hingga sampai pada tujuannya
Hari itu .
"Hayooo  autis sekali, diam dikamar sendirian!gabung main kartu lagi, jangan-jangan takut kalah lagi ya?hihi mukanya kemarin dah kaya hantu aja bedak semua kak " seru Nisa

aku hanya tersenyum simpul tak menjawab

"aaah beda yaaa yang sedang falling in love,  sebentar lagi ditinggal Masnya " goda miss Tifany tutor asramaku  

" Tidak kak, aku cuma kurang enak badan " YA hanya itu yang bisa aku katakan 

Aku Azkiya Zahrana  seorang mahasiswi keguruan salah satu universitas negeri di Bandung, seorang perempuan sederhana yang memiliki banyak impian. Tidak terasa hampir sebulan lamanya aku tinggal di desa ini PARE orang-orang sering menyebutnya dengan kampung Inggris desa kecil penuh ilmu di Kediri, desa yang penuh dengan kenangan dimana aku bisa belajar apa saja tidak hanya bahasa namun kehidupan, desa terjauh yang pernah aku kunjungi selama aku hidup. Terasa berlebihan namun itulah adanya Orang tua selalu tidak begitu mengijinkan jika anaknya mengembara terlalu jauh. Entah tradisi budaya atau apa karna kebanyakan perempuan Sunda khususnya dalam keluargaku kurang menginjinkan jika anak perempuannya mengembara jauh. 

Hari-hari terakhir jadi terasa sedikit berat entah apa yang membuatnya berat, beberapa hari lagi aku harus kembali ke Bandung. Kembali menjalani aktivitas sebagai seorang mahasiswi dengan runtutan kegiatan akademik dan organisasi yang terkadang membuat penat.
Tidak ada yang bisa aku kerjakan hanya membaca lembaran-lembaran vocabulary yang telah dipalajari serta buku grammar milik teman di kamar asrama. Malam ini aku sengaja ingin sendiri, berbeda dengan teman-temanku yang sedang berkumpul di ruang tengah bercanda bermain kartu setelah program camp selesai , aku memang tidak bisa bermain kartu tapi bukan karena aku tidak bisa bermain kartu yang setiap bermain mendapat hukuman berupa bedak yang teman-teman oleskan ke mukaku seperti hantu, atau jika kalah harus di kilikitik. Hanya saja ada yang aneh dalam hati ini, kepala pun rasanya berat.

Kucoba putar alunan musik di telepon genggamku, yang kebetulan saat ini terdengar lagu nasyid EDCOUSTIC- NANTIKANKU DI BATAS WAKTU terputar. Sebelumnya aku sering mendengarkan lagu dan cerita ini tapi tak sampai sekaku ini,  Entah apa yang membuat air mata ini menetes ketika hati mulai berkecambuk dilema . Apa yang sedang terjadi dalam hidupku? Sudah lama aku tidak merasakan hal seperti ini !
Aku tidak pernah tahu kenapa takdir ini membawaku kepadanya, tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa dia akan mengisi hidupku.
Ya aku tidak pernah tahu kenapa waktu bisa menenggelamkan  aku kepada dia, di saat hati yang keras ini bisa luluh, itulah aku seorang wanita yang sulit untuk jatuh cinta namun juga sulit untuk melupakan .Untuk itu aku selalu takut bila berhadapan dengan yang namanya cinta.

Namun entahlah hati ini begitu bergemuruh akhir-akhir ini , ketakutan menyeruak jika aku merasakan rasa yang seperti ini .Hal ini bukan karena dulu aku pernah dikhianati dan disakiti namun aku takut salah mencintai di saat yang tidak tepat, ketika cinta datang bukan pada waktunya. Yang paling aku takutkan jika cinta ini membuat aku kembali jauh dariMu ya Allah. Menggoyahkan prinsip yang selama ini terbangun. 

Lamunanku kembali tak tentu arah teringat sebulan ini begitu banyak kenangan yang terukir, ada seseorang yang begitu berbeda, pertama melihatnya biasa saja kebetulan melihatnya dikelas speaking dan pronunciation, kami berteman seperti biasa . 
orang yang beberapa bulan terakhir ini menghiasi pikiranku. Seseorang yang terlihat begitu sempurna di hatiku, meski aku tidak tau dia pernah memikirkan ku atau tidak. 

Datangnya begitu tiba-tiba dan tak pernah kuduga. Dia datang dalam hari-hariku sebagai teman dan partner belajar. Setelah program kami terkadang belajar bersama atau sekedar berdiskusi masalah kecil di depan Course Office tempat kami kursus bahasa Inggris di Pare. Membahas apa saja berlatih Bahasa Inggris, bicara  agama,sains, kehidupan sosial politik, makanan ya apa saja yang bisa di bicarakan atau sekedar berkuliner dan bersepeda  mengelilingi pare berkunjung ke toko buku, dan memang aku dan dia memiliki hoby yang sama senang mengoleksi dan membaca buku,  dan sama mempunyai impian memiliki perpustakaan kecil di rumah. 
Aku, dia dan Nissa ,  . Ya kami bertiga mewarnai hari-hari yang indah di Pare.

Berawal dari Sebuah perkenalan  di kelas speaking, diawali dengan niat yang baik ketika ia mencoba mengirimkan sms berbunyi  .

" Ieu abdi  Khalifatul Hakim , kewartosan lamun bade meser souvenir  kanggo enjing. Soalna abdi bade nitip hiji. " 
* ( ini saya Khalifatul Hakim, memberitahu jika mau beli souvenir untuk besok. karena saya mau nitip satu) "

"Nama yang bagus, Khalifatul Hakim artinya mungkin Pemimpin yang adil"Gumamku dalam hati

"jadi mau beli apa ra buat besok?" *hening*
" hallo Rara? Zahra ?ko malah ngelamun sih" Nisa membuyarkan lamunanku
"eh hmm maaf nis, ini ada sms dari alif katanya dia nitip souvenir untuk besok, tapi lucu banget deh nis ternyata dia bisa juga bahasa sunda ya" jawabku
"haha paling nanya-nanya temennya lah ra !atau mungkin ada turunan sunda juga .Ya sudah nanti sore kita keliling saja cari toko oleh-oleh juga siapa tahu ada souvenir yang unik dan terjangkau "  Nissa memberi solusi

Yasebut saja namanya Alif , pertama mendapat sms itu aku hanya tersenyum kepada Nissa lucu sekali jika seorang pemuda Jawa mengirim sms bahasa Sunda seperti itu . Ya masih biasa saja sanggupi untuk membantunya membelikan sebuah souvenir untuk acara tukar kado di class speaking, kelihatannya dia memang pemuda yang baik nyaman di ajak bicara, berpengatahuan luas,berbudi pekerti  dan mungkin suatu saat nanti aku bisa menjadi sahabatnya. 

Namun entahlah Allah berencana lain, hari berganti hari matahari tetap tersenyum setelah rembulan selalu kembali keperaduannya ada yang berbeda mata dan hati ini kurang terjaga sehingga begitu rapuh dan yang bisa dilakukan hanya Beristighfar, aku merasa sesuatu yang berbeda semakin lama mengenalnya , aku mulai mengaguminya karna dia yang begitu menghargai wanita, tutur katanya begitu santun, pengetahuannya begitu luas. Namun yang terpenting yang membuat aku mengaguminya dia begitu memujiMu dan taat kepadaMu ya Rabb sungguh bukan aku membeda-bedakan namun dia memang berbeda.
Aku tidak melihat bagaimana kurang dan lebihnya, karena aku begitu sadar bahwa aku pun wanita jauh dari sempurna . 

Detik terus berdetak pertanda waktu berputar,namun pikiran ini sulit sekali untuk dikendalikan
Ketika malam itu aku, teh Dinar dan Nissa kami terbiasa mengobrol kecil setelah shalat tarawih sebelum beranjak tidur, dalam kamar asrama
"Haduuuh gak bisa tidur, kenapa kita ikut  kelas public speaking ya, lumayan aga stress juga tiap pertemuan cuap-cuap bahasa inggris depan orang banyak "Nissa membuka pembicaraan

" Iyasih biasanya kita stress tiap final exam speaking aja sekarang tiap hari harus public speaking di depan orang-orang yang belum kita kenal,tapi  Ya sudahlah. Hadapi, Hayati Nikmati di Bandung belum tentu kita ngomong bahasa inggris tiap hari kan, Niss mau curhat melenceng dari bahasa inggris boleh tidak?"

 Ya dengan sedikit dengan nada ragu-ragu aku mulai menceritakan apa yang sedang aku alami kepada sahabatku ini, ya Nissa sahabatku yang setidaknya satu perjuangan terkadang satu nasib dari mulai akademik, organisasi, hobi sampai kisah cinta .

"hwalaah ngomong aja ada apa? biasanya juga langsung cerita ! " Nissa meyakinkan

"Tau tidak Niss, sepertinya ada sesuatu yang aneh  tentang perasaan ku terhadap Alif "
Nissa tersenyum " Haha kamu gak sadar aku juga ngeliat ada hal yang aneh dengan sikap Alif kepadamu"
 
" Ciiieeeeeee PARE IN LOVE  pantesan akhir-akhir ini sering senyum-senyum bae, Alhamdulillah Ya Robbi Ra kamu Move on juga setelah bertahun-tahun lamanya normal ternyata" tambah Dinar dengan nada menggoda
 
"Hey, aku kira kamu sudah tidur teh,  ya lah aku masih normal, memang aku kenapa? wuuuu " kesalku terhadap Dinar

" haha ya habiisnya kamu tuh masuk track record galau terlama takutnya trauma pekhianatan.haha dan di kampus kemana-mana  bareng Nissa, atau sudah jadi akhwat ya sekarang??"candanya

" hidiih sembarangan kata orang sih jomblo itu nasib kalau single itu prinsip ini bukan masalah move on atau tidaknya , aku sudah tidak mau peduli dengan masa lalu itu, yang aku takutkan memanglah rasa ini bukan pada tempatnya, bukan waktunya, juga bukan pada orang yang tepat. Aku hanya takut saja !" jawabku

" haha gimana ceritanya, kamu punya perasaan aneh ke Alif ? pasti gara-gara games di extended class nya miss Tiffany yah ? " Tanya Nissa penasan

" tidak lah itukan hanya main-main kebetulan saja aku dapat hukuman, i'm so confused  I don't know how.where.when i can feel diferent to him and i just did " jawabku seraya tersenyum

" Ya tapi jangan terlalu berharap juga sih Ra, belum tentu juga kan Alif mikirin kamu ?hahaha bercanda kok " canda teh Dinar membuatku sedikit kesal ya dia senang sekali menggoda ku dengan candanya itu

"Ya ya aku sadar diri koooo,tidak akan berharap banyak mungkin ini cuma perasaan ku saja"Gumamku

Nissa dengan bijaknya berkata " Tak ada yang perlu di takutkan , aku masih ingat dengan perkataan mu dulu di depan Alif ketika ia bercerita sahabatnya sedang jatuh cinta kepada seorang akhwat, Cinta itu fitrah dan itu atas kehendakNya. Kita tidak bisa menolaknya yang jadi masalah bagaimana cara kita menyikapinya apakah cinta itu bisa membawa kebaikan atau malah keburukan. Kamu sendirikan yang bilang ? Banyak bersyukur saja lah Ra Mungkin ini Pelangi Indah yang Allah janjikan setelah Badai besar beberapa  tahun yang lalu.  "
Aku sampai tidak berkata-kata mendengarnya, Nissa berhasil membuatku bisu

Andaikan aku bukan orang yang paham akan hukum ALLAH maka akulah orang yang ingin selalu ada didekatnya atau bercerita semua yang telah terjadi dalam kesaharian ku atau hanya sekedar menentramkan hati jika ia sedang gelisah.

Walau aku tahu cinta itu fitrah  dan mencinta itu bukanlah dosa
Namun entahlah prinsip adalah kekuatan. Bukan karna tidak banyak godaan bukan karna bayangan masa lalu,bukan karena aku masuk dalam organisasi yang begitu islami, orang tua pun tidak pernah memaksaku untuk tidak berpacaran tapi memanglah prinsip ini harus aku tegakan demi akidah dan akhlaq agamaku . Aku ingin jatuh cinta di saat yang tepat dan pada orang yang tepat. Mungkin sebagian orang berpikir bahwa aku kolot atau terlalu berlebihan bahkan munafik. Namun Allah SWT yang berhak menilaiku. Biarkan hidup ini terwarnai tanpa adanya zat yang dapat mengotori hati .

Biarlah mereka bermadu kasih di luar janji suci pada zamannya kini. Tapi tidak untukku pengalaman masalalu sungguh membuatku banyak belajar dan memperbaiki diri, niat baik tidak selalu berjalan dengan baik. Karena kita tidak pernah tahu kapan kita lengah ketika setan selalu menyerang keimanan dari berbagai arah.
Aku takut dengan dosa-dosa kecil yang tidak terasa dan terlupakan.