LET's

Jumat, 13 Mei 2016

Coretan Pendek dalam Kisah yang Panjang (I)


[Kalimat Utuh]


Pohon itu tidak bisu
ia bersaksi pada angin
bahwa kita pernah saling membahagiakan walau dalam keadaan tersesat

Genangan air itu kan mengering tapi tidak dengan kenangan setiap ingatannya ku potret dalam tulisan membentuk subjek dan predikat menjadikannya kalimat utuh namun sederhana diantara kita
Masih mau menapaki kembali jalan ini bersamaku?



-5 Mei 16-
DeviPs.








Lokasi Gambar : Taman Hutan Raya Ir. Juanda ( Dago Pakar )



==========================================================


[Waktu~Jarak]

Jika waktu ini adalah ujian iman,
maka izinkanlah kesabaran ini lebih luas dari waktu yang telah Engkau tetapkan

Jika jarak ini adalah ujian taqwa,
maka izinkanlah do'a yang terlantunkan menjadi perisai dimana pun ia berada.

Bandung, 27-Maret-2016
Devi Ps






======================================================= 


[Filosofi Jembatan]



Jembatan tercipta untuk menghubungkan dua ranah yang bersebrangan,

ada ketika kita tak bisa melewati tujuan hanya dengan satu lompatan kaki.

Ia berwujud suatu jalan yang menyatukan, butuh pondasi yang kuat bahkan di atas jurang pemisah yang begitu curam.
Jika boleh dianalogikan jembatan itu adalah Do'a,


menghubungkan yang tak bisa direngkuh, menyatukan yang terasa berbeda.






-Devi Ps


11-Oktober-2015






Lokasi Gambar : Ciwangun Indah Camp Lembang






Kamis, 12 Mei 2016

Potensi Anak dan Problematikanya


Dalam diri manusia Tuhan YME ciptakan potensi yang beragam. Dulu ketika saya sekolah terkadang sedih jika mendapat nilai Bahasa Inggris saya yang lebih sering remedial dibanding nilai eksak. Atau daya minat saya jauh lebih suka mata pelajaran kimia daripada fisika. Pernah suatu ketika saya menangis di tempat bimbel karena takut menghadapi UN Fisika SMA. Tapi apa yang terjadi ternyata nilai Fisika saya memuaskan justru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang sedikit pas-pasan. Sering saya mendapati murid saya berbohong pada orang tuanya, Ia terkadang memalsukan tanda tangan ketika nilai ulangan di sekolahnya jelek. Kebetulan saat ini saya masih mengajar di bimbingan belajar tidak sedikit orangtua yang menuntut saya untuk membuat nilai kimia anaknya tinggi di sekolahnya, padahal saya tau bagaimana potensi dan minat anak tersebut saya hanya berusaha membantu dia dalam belajar bagaimana membuat anak tersebut terasa mudah dalam memahami pelajaran, atau setidaknya membuat anak itu sedikit tertarik kepada mata pelajaran yang lebih banyak abstraknya ini. Seberapa sering saya memberikan jam tambahan malah membuat anak menjadi jenuh itu artinya selebihnya kembali kepada potensi anak tersebut sebagai guru/pendidik kami pun tidak bisa memaksakan.   

Disadari atau tidak potensi anak ada batasnya. Jika kita bicara soal teori  psikologi pendidikan,  Vgotsky menjelaskan bahwa setiap anak memiliki Zona of Proximal Development (ZPD) yaitu tingkat perkembangan aktual (mandiri) dan tingkat perkembangan potensial bimbingan. Vygotsky menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan, perhatian, dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa, sistem matematika, dan alat-alat ingatan. Ia juga menekankan bagaimana anak-anak dibantu berkembang dengan bimbingan dari orang-orang yang sudah terampil di dalam bidang-bidang tersebut. Intinya dalam perkembangan diri anak dapat dibantu dengan dua hal secara intern ( kemandirian dan ketertarikan anak itu belajar ) dan  ekstern ( bantuan sekolah, bimbel, privat ). Keduanya harus saling bersinergi jika ingin mencapai hasil yang optimum .
 
Sumber Gambar : su-soku.com



Namun sekali lagi potensi yang dimiliki anak berbagai macam. Potensi sendiri ditentukan oleh dua hal yaitu minat dan bakat, perbedaannya adalah minat merupakan suatu ketertarikan sehingga anak berusaha untuk mampu mencapai sesuatu. Sedangkan bakat merupakan anugrah yang Tuhan berikan sedari lahir. Itulah pentingnya orang tua dan pendidik mengetahui potensi minat dan bakat yang dimiliki anak.

Ada yang pintar matematika namun lemah di bahasa, ada yang daya hitungnya lemah namun kuat di hapalan. Anaknya ingin masuk jurusan IPS tapi orangtua memaksakan jurusan IPA ditengah perjalanan anak menjadi malas-malasan belajar.

Oleh karena itu sebaikanya kita tidak terlalu memaksakan atau berfokus pada keterbatasan. Jadikan keterbatasan itu suatu peluang untuk nantinya kita dampingi agar tidak menjadi kelemahan yang menghambat, namun alangkah lebih baik lagi kita berfokus pada kelebihan untuk nantinya dapat dikembangkan dalam setiap diri potensi anak tersebut.

#SemogaPendidikanIndonesiaJauhLebihBaik :)
12-Mei-2016
Oleh : Devi Pratiwi S,Pd






Kamis, 07 April 2016

I am here for a reason

Kado terbaik datang dari pemahaman tentang sudah sejauh mana dan karya apa yang telah kita tinggalkan selama singgah di dunia,
Sudah berapa banyak orang yang turut bahagia atas kehadiranmu disampingnya ?

Pada hari ini sederert do'a yang mereka ucapkan untukmu bukanlah suatu intermezo
Akan ada ribuan malaikat yang mencatatnya, Sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang
mereka padamu. Walau kita pun tahu berdo'a dan mendo'akan tidak harus pada suatu moment tertentu.

Lilin merah berdiri megah di atas tart bukanlah simbolisasi usiamu,
sekalipun teladanmu tak pernah ajarkan cara meniup deretan lilin.
Namun niatan baik mereka untuk membuatmu bahagia 
itu yang didoakan selalu menjadi pahala.
jadikanlah semua itu sebagai acuan kebaikan saat usiamu menua
kau harus tumbuh dewasa di setiap nafas yang Allah pinjamkan
bertahan pada setiap ujian kehidupan.

Berbahagialah wahai gadis berkerudung merah muda
sesungguhnya engkau sedang berulang tahun setiap hari.
jangan resahkan hari esok, karena bisa saja waktu tak berlabuh
kembali di bulan april.
Dan mungkin saja hari ini Allah akan memanggilmu
menuju perjalanan menuju Surga yang selalu engkau rindukan :')



Terimakasih untuk mereka yang selalu ada disisi menemani suka duka perjalanan hidup ini.
Terimakasih Ibu, Zenith, si kecil sepupuku Ail, Asti, Agmer, Jali. Yang udah bikin surprise maraton dari pagi, siang, malam. Buat Esa dan dede dio, hilda (dodot), Dini(nde), Feny (fenol) yang udah alay-alayan ngedit foto semacam muda kembalilah devi ini :)).
Terimakasih untuk yang mengucapkan, mendo'akan langsung atau yang diam-diam mendoakan :)  . Semoga Allah selalu memberi yang terbaik untuk kalian. 

Terkadang kita lelah melewati segala yang terjadi dalam hidup ini, bahkan untuk membayangkan menghadapi hari esok.
Akan tetapi selalu ada orang yang dekat dengan kita yang menguatkan langkah kita, yang menganggap kita istimewa. Bahkan keluarga, sahabat, atau orang-orang yang baru kita temui.

Memiliki orang-orang yang sudah tahu diri ini tidak sempurna dengan segala keterbatasan namun tetap menganggap kita istimewa adalah suatu kebahagiaan. Melalui merekalah Allah menemani kita, dengan nasihat kebaikan yang tercurah dari mereka Allah menitipkan pesan untuk kita.
Dari pelukan mereka Allah ingin memberitahu kita bahwa kita tidak berjalan sendirian untuk menghadapi hari-hari yang tersisa di dunia ini.

Saya terlahir karena sebuah alasan semoga alasan itu membuat dunia ini selalu penuh berkah, semoga saya dapat selalu menebar kebaikan , Allah memiliki tujuan menciptakan saya ke dunia ini.
Karena Allah telah mempersiapkan orang-orang yang akan selalu menemani kita baik suka maupun duka, keluarga, sahabat, teman, anak didik kita dan jodoh. :)


Devi sayang kalian karena Allah ^^

Jumat, 25 Maret 2016

Sajak di Bulan Maret



Aku masih menjadi perempuan itu,
bahkan saat hari tanda kita mulai menua
Ditengah dua peralihan musim hujan dan kemarau
Ketika angin tetap tak berkabar, pesan tak lagi hilir mudik di saban malam
Ia terlalu malu, segan , disertai kesabaran yang menikam kuat
dalam kepasrahan kita pada takdirnya, dalam hening saling menjaga diri

Ketidakpastian ini terkadang mengerikan namun telah mengajari
keindahan tentang makna spasi diantara kita
Aku hanya bisa memeluk tabah, dan terkadang mulai lelah

Jika aku tidak lagi menjadi perempuan itu
Bukan aku putus harapan, bukan pula hati yang berubah
Hanya jiwa dan perasaan yang telah ku tangguhkan kepada yang Maha Segalanya
Ku titipkan agar Ia mau menyampaikan
Bahwa pernah ada perempuan yang selalu menunggumu pulang
Disaat dalam perantauan, pun saat kamu mulai melupakannya


Seperti yang ku katakan Tuhan itu maha baik telah mengirimkanmu untuk selalu ku rindui
Dalam bait sajak yang tak elok juga dalam rindu yang terpatri dalam do’a
Percayalah, semua ini akan selalu menjadi cerita diantara bulan kedua dan keempat



22- Maret- 2016

Devi Pratiwi Sudrajat

Memaknai Filosofi “ Umar Bakri”


Oleh :  Devi Pratiwi Sudrajat

Tahun 80-an musisi legendaris Indonesia, Iwan Fals yang populer dalam album Sarjana Muda membuat lagu Umar bakri, lagu yang menggambarkan perjuangan tokoh fiktif seorang pendidik dengan segala keterbatasan yang ada. Pada era itu pula menggambarkan bagaimana masyarakat indonesia memaknai profesi guru. Satu bulan penuh dengan keringat keluh kesah mendidik hanya di bayar sekadarnya. Itulah sebabnya dulu jarang sekali ada generasi muda bercita-cita menjadi guru. Saya masih ingat ketika saat itu saya memasuki bangku kelas 7 SMP, sebutlah salah satu SMP favorit di Kota Bandung pada zamannya. Setiap senin pagi biasanya wali kelas mengisi perwalian sekedar berbagi cerita atau memotivasi. Saat itu wali kelas saya adalah guru kesenian ia bertanya : siapakah di kelas ini yang bercita-cita menjadi dokter, saya masih ingat teman di samping saya mengangkat tangan juga sekitar lima orang lainnya. Siapa yang bercita-cita menjadi insinyur mungkin seperempat kelas mengangkat tangan, tiba di suatu pertanyaan ; siapa diantara kalian yang bercita-cita menjadi seorang guru seorang pendidik? dari sekitar 40 siswa di kelas saya hanya saya yang mengangkat tangan.  Wali kelas hanya tersenyum melihatnya, walau pun saya sendiri saat itu belum benar-benar tahu esensi dan resiko menjadi seorang guru seperti apa. Yang jelas pada saat itu dan mungkin saat ini profesi menjadi guru terkadang masih juga kalah pamor dibandingkan dengan profesi lainnya. Namun, paradigma masyarakat tentulah tidak sesempit itu setiap profesi memiliki arti, memiliki makna untuk kemajuan kehidupan dan bangsa ini bahkan setingkat tukang sapu jalanan. Apabila kita sudah mengerti esensi dari setiap profesi maka akan tercipta kehidupan yang saling menghargai.
Kembali membahas Bapak Umar Bakri dalam syair lagu tersebut dituliskan bahwa bapak umar bakri selalu  memberi pelajaran ilmu pasti, murid-muridnya  selalu sudah menunggu dengan keterbatasannya pada saat itu menjadi seorang pegawai negeri yang katanya 40 tahun mengabdi banyak ciptakan dokter, insinyur dan menteri namun gajih seperti di kebiri. Sungguh perjuangan yang sangat luar biasa. Pertanyaan adalah adakah saat ini guru ikhlas seperti beliau ? mungkin suatu pertanyaan yang menggelitik diri.
Era pemerintahan terus bergulir kesejahteraan guru juga semakin meningkat, selogan “ Guru tanpa tanda jasa” pun perlahan mulai luntur. Semenjak era kepemimpinan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono tentang kebijakan sertifikasi guru dan dosen tidak dipungkiri guru bukan profesi yang diremehkan lagi. Tidak hanya itu bahkan profesi ini kadang dijadikan ajang pelarian, mahasiswa yang sudah lulus namun sulit bekerja sesuai dengan jurusannya akhirnya mengajar di sekolah. Terkadang terasa lucu, walau kita pun menyadari bahwa setiap manusia memang memiliki potensi untuk menjadi pendidik. Namun pertanyaan adalah sejauh keprofesionalisme profesi guru ditangguhkan ? menjadi guru bukanlah perihal ia mengajar atau tidak namun juga bagaimana kita dapat mendidik seseorang untuk menjadi manusia seutuhnya.
Kembali pada kesejahteraan guru pada saat ini memang jauh sekali dengan era-nya keluar lagu umar bakri, Kepala Bidang Tendik Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mencontohkan, guru PNS golongan III yang sudah sertifikasi memperoleh gaji pokok Rp 2.763.980 ditambah Tunjangan Kerja Daerah (TKD) Rp 2.900.000 dan sertifikasi Rp 2.168.700; sehingga penghasilan seluruhnya Rp 7.832.684; guru PNS golongan IV, memperoleh gaji pokok Rp 3.195.000, TKD Rp 2.900.000 dan sertifikasi Rp 2.168.700 sehingga penghasilan seluruhnya Rp 8.263.700. Jika di lihat memang gaji guru PNS di Indonesia masih cukup untuk hidup dengan layak, meskipun jika dibandingkan dengan gaji guru di negara tetangga masih jauh lebih kecil. Tetapi yang menyedihkan adalah nasib para guru honorer. Semoga pemerintah bisa mencari jalan untuk memperbaiki nasib mereka. Dan kita sebagai generasi muda semoga bisa menjadi agent of change terhadap perbaikan sistem pendidikan dan kebijakan kesejahteraan profesi guru di masa depan.
Menjadikan bapak Umar Bakri yang selalu  semangat bangun pagi, merasakan nikmatnya kopi, lalu memacu sepeda kumbang di tengah jalan berlubang dengan senyum yang mengembang. Karena itu janganlah kita salah mengartikan Oemar Bakri, sebab sesungguhnya ia layak menjadi sosok teladan yang baik bagi guru masa kini.


Senin, 22 Februari 2016

Senandung Penyejuk Hati

"Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati. Semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya" ( QS 17:36 )



Tak Ada Beban Tanpa Pundak
oleh : Edcoustic

Terasa menyesakkan semua yang tlah terjadi
apa yang ku banggakan kini tinggal cerita
Kau uji aku sekilas aku rasa tak kuasa
namun ku sadari dan aku mengerti, ku serahkan pada-MU.


Takkan aku bertanya mengapa harus terjadi
karna aku yakini tak ada beban tanpa pundak
Kau uji aku karna ku bisa melewatinya
ini yang terbaik bagi hidupku semua hanya ujian.


Biarkan aku Oooh malam
menangis disepanjang Sholatku

karna hanya ALLAH yang bisa
membuat ku tegar menjalani semua ini

biarkan aku Oooh malam
bersimbah Rahmat dan Ampunan-Nya

badai pun pasti berlalu menguji Iman ku
Aku Serahkan pada ILLAHI





Mengemis Kasih
 oleh : Raihan dan The Zikr


Tuhan dulu pernah aku menaruhh simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terseretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi kian parah

Semalam sudah sampai kepenghujungnya
Kisah beribu duka ku harap sudah berlalu

Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa yang mengiris hati

Tuhan dosaku menggunung tinggi
Tapi rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitik nikmat-Mu di bumi

Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah kudatang pada-Mu
Seribu langkah Kau datang padaku





Bandung, 22 Februari 2016
Devi Pratiwi S

Semoga Engkau yang selalu memberikan pintu rahmat,  pintu ampunan dan cahaya pada hati yang keras,  pada jiwa-jiwa yang sepi dan penuh alpa ini. 

Rabu, 10 Februari 2016

Cerpen : Surat

Karya : Kurniawan Gunadi

Bahwa menjaga diri adalah hal yang paling sering alfa dari setiap kesempatan.

Beberapa waktu yang lalu , ada sebuah email dari negeri nun jauh disana , seorang sahabat lawas yang tinggal di belahan bumi yang berbeda. Sebuah email padat yang memaksa saya duduk berlama-lama didepan komputer dan membacanya seribu kali.

"Kamu terlalu baik kepada banyak lawan jenismu , kepada banyak perempuan. Membuat mereka terlalu nyaman di dekatmu dan membuat mereka merasa tentram untuk membuka cerita kepadamu.

Aku hanya sekedar mengingatkan, bahwa berhati-hatilah. Kamu menumbuhkan apa yang tidak mereka tanam. Perasaan tentram dan nyaman itu lebih berbahaya dari perasaan cinta. Kau perlu tahu itu teman.

Bahwa aku mengenalmu sejak kecil adalah hal yang membuatku paham padamu. Kau sudah merusak masa depan dirimu dan banyak perempuan , bahwa mereka kemudian memiliki perasaan masa lalu yang bisa saja tumbuh ketika kamu sudah bersanding dengan orang lain.
Kau paham sesuatu ?

Aku katakan sekali lagi , jangan terlalu baik kepada banyak perempuan. Sikapmu itu seperti bom waktu , tinggal menunggu kapan meledaknya , jagalah dirimu lebih baik.

Kau tidak perlu terlalu dekat kepada mereka semua jika sekedar ingin menjadi laki-laki yang baik , bukan begitu ?"

Aku kehabisan kata … . .

Dikutip dari buku : Hujan Matahari