LET's

Kamis, 07 April 2016

I am here for a reason

Kado terbaik datang dari pemahaman tentang sudah sejauh mana dan karya apa yang telah kita tinggalkan selama singgah di dunia,
Sudah berapa banyak orang yang turut bahagia atas kehadiranmu disampingnya ?

Pada hari ini sederert do'a yang mereka ucapkan untukmu bukanlah suatu intermezo
Akan ada ribuan malaikat yang mencatatnya, Sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang
mereka padamu. Walau kita pun tahu berdo'a dan mendo'akan tidak harus pada suatu moment tertentu.

Lilin merah berdiri megah di atas tart bukanlah simbolisasi usiamu,
sekalipun teladanmu tak pernah ajarkan cara meniup deretan lilin.
Namun niatan baik mereka untuk membuatmu bahagia 
itu yang didoakan selalu menjadi pahala.
jadikanlah semua itu sebagai acuan kebaikan saat usiamu menua
kau harus tumbuh dewasa di setiap nafas yang Allah pinjamkan
bertahan pada setiap ujian kehidupan.

Berbahagialah wahai gadis berkerudung merah muda
sesungguhnya engkau sedang berulang tahun setiap hari.
jangan resahkan hari esok, karena bisa saja waktu tak berlabuh
kembali di bulan april.
Dan mungkin saja hari ini Allah akan memanggilmu
menuju perjalanan menuju Surga yang selalu engkau rindukan :')



Terimakasih untuk mereka yang selalu ada disisi menemani suka duka perjalanan hidup ini.
Terimakasih Ibu, Zenith, si kecil sepupuku Ail, Asti, Agmer, Jali. Yang udah bikin surprise maraton dari pagi, siang, malam. Buat Esa dan dede dio, hilda (dodot), Dini(nde), Feny (fenol) yang udah alay-alayan ngedit foto semacam muda kembalilah devi ini :)).
Terimakasih untuk yang mengucapkan, mendo'akan langsung atau yang diam-diam mendoakan :)  . Semoga Allah selalu memberi yang terbaik untuk kalian. 

Terkadang kita lelah melewati segala yang terjadi dalam hidup ini, bahkan untuk membayangkan menghadapi hari esok.
Akan tetapi selalu ada orang yang dekat dengan kita yang menguatkan langkah kita, yang menganggap kita istimewa. Bahkan keluarga, sahabat, atau orang-orang yang baru kita temui.

Memiliki orang-orang yang sudah tahu diri ini tidak sempurna dengan segala keterbatasan namun tetap menganggap kita istimewa adalah suatu kebahagiaan. Melalui merekalah Allah menemani kita, dengan nasihat kebaikan yang tercurah dari mereka Allah menitipkan pesan untuk kita.
Dari pelukan mereka Allah ingin memberitahu kita bahwa kita tidak berjalan sendirian untuk menghadapi hari-hari yang tersisa di dunia ini.

Saya terlahir karena sebuah alasan semoga alasan itu membuat dunia ini selalu penuh berkah, semoga saya dapat selalu menebar kebaikan , Allah memiliki tujuan menciptakan saya ke dunia ini.
Karena Allah telah mempersiapkan orang-orang yang akan selalu menemani kita baik suka maupun duka, keluarga, sahabat, teman, anak didik kita dan jodoh. :)


Devi sayang kalian karena Allah ^^

Jumat, 25 Maret 2016

Sajak di Bulan Maret



Aku masih menjadi perempuan itu,
bahkan saat hari tanda kita mulai menua
Ditengah dua peralihan musim hujan dan kemarau
Ketika angin tetap tak berkabar, pesan tak lagi hilir mudik di saban malam
Ia terlalu malu, segan , disertai kesabaran yang menikam kuat
dalam kepasrahan kita pada takdirnya, dalam hening saling menjaga diri

Ketidakpastian ini terkadang mengerikan namun telah mengajari
keindahan tentang makna spasi diantara kita
Aku hanya bisa memeluk tabah, dan terkadang mulai lelah

Jika aku tidak lagi menjadi perempuan itu
Bukan aku putus harapan, bukan pula hati yang berubah
Hanya jiwa dan perasaan yang telah ku tangguhkan kepada yang Maha Segalanya
Ku titipkan agar Ia mau menyampaikan
Bahwa pernah ada perempuan yang selalu menunggumu pulang
Disaat dalam perantauan, pun saat kamu mulai melupakannya


Seperti yang ku katakan Tuhan itu maha baik telah mengirimkanmu untuk selalu ku rindui
Dalam bait sajak yang tak elok juga dalam rindu yang terpatri dalam do’a
Percayalah, semua ini akan selalu menjadi cerita diantara bulan kedua dan keempat



22- Maret- 2016

Devi Pratiwi Sudrajat

Memaknai Filosofi “ Umar Bakri”


Oleh :  Devi Pratiwi Sudrajat

Tahun 80-an musisi legendaris Indonesia, Iwan Fals yang populer dalam album Sarjana Muda membuat lagu Umar bakri, lagu yang menggambarkan perjuangan tokoh fiktif seorang pendidik dengan segala keterbatasan yang ada. Pada era itu pula menggambarkan bagaimana masyarakat indonesia memaknai profesi guru. Satu bulan penuh dengan keringat keluh kesah mendidik hanya di bayar sekadarnya. Itulah sebabnya dulu jarang sekali ada generasi muda bercita-cita menjadi guru. Saya masih ingat ketika saat itu saya memasuki bangku kelas 7 SMP, sebutlah salah satu SMP favorit di Kota Bandung pada zamannya. Setiap senin pagi biasanya wali kelas mengisi perwalian sekedar berbagi cerita atau memotivasi. Saat itu wali kelas saya adalah guru kesenian ia bertanya : siapakah di kelas ini yang bercita-cita menjadi dokter, saya masih ingat teman di samping saya mengangkat tangan juga sekitar lima orang lainnya. Siapa yang bercita-cita menjadi insinyur mungkin seperempat kelas mengangkat tangan, tiba di suatu pertanyaan ; siapa diantara kalian yang bercita-cita menjadi seorang guru seorang pendidik? dari sekitar 40 siswa di kelas saya hanya saya yang mengangkat tangan.  Wali kelas hanya tersenyum melihatnya, walau pun saya sendiri saat itu belum benar-benar tahu esensi dan resiko menjadi seorang guru seperti apa. Yang jelas pada saat itu dan mungkin saat ini profesi menjadi guru terkadang masih juga kalah pamor dibandingkan dengan profesi lainnya. Namun, paradigma masyarakat tentulah tidak sesempit itu setiap profesi memiliki arti, memiliki makna untuk kemajuan kehidupan dan bangsa ini bahkan setingkat tukang sapu jalanan. Apabila kita sudah mengerti esensi dari setiap profesi maka akan tercipta kehidupan yang saling menghargai.
Kembali membahas Bapak Umar Bakri dalam syair lagu tersebut dituliskan bahwa bapak umar bakri selalu  memberi pelajaran ilmu pasti, murid-muridnya  selalu sudah menunggu dengan keterbatasannya pada saat itu menjadi seorang pegawai negeri yang katanya 40 tahun mengabdi banyak ciptakan dokter, insinyur dan menteri namun gajih seperti di kebiri. Sungguh perjuangan yang sangat luar biasa. Pertanyaan adalah adakah saat ini guru ikhlas seperti beliau ? mungkin suatu pertanyaan yang menggelitik diri.
Era pemerintahan terus bergulir kesejahteraan guru juga semakin meningkat, selogan “ Guru tanpa tanda jasa” pun perlahan mulai luntur. Semenjak era kepemimpinan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono tentang kebijakan sertifikasi guru dan dosen tidak dipungkiri guru bukan profesi yang diremehkan lagi. Tidak hanya itu bahkan profesi ini kadang dijadikan ajang pelarian, mahasiswa yang sudah lulus namun sulit bekerja sesuai dengan jurusannya akhirnya mengajar di sekolah. Terkadang terasa lucu, walau kita pun menyadari bahwa setiap manusia memang memiliki potensi untuk menjadi pendidik. Namun pertanyaan adalah sejauh keprofesionalisme profesi guru ditangguhkan ? menjadi guru bukanlah perihal ia mengajar atau tidak namun juga bagaimana kita dapat mendidik seseorang untuk menjadi manusia seutuhnya.
Kembali pada kesejahteraan guru pada saat ini memang jauh sekali dengan era-nya keluar lagu umar bakri, Kepala Bidang Tendik Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mencontohkan, guru PNS golongan III yang sudah sertifikasi memperoleh gaji pokok Rp 2.763.980 ditambah Tunjangan Kerja Daerah (TKD) Rp 2.900.000 dan sertifikasi Rp 2.168.700; sehingga penghasilan seluruhnya Rp 7.832.684; guru PNS golongan IV, memperoleh gaji pokok Rp 3.195.000, TKD Rp 2.900.000 dan sertifikasi Rp 2.168.700 sehingga penghasilan seluruhnya Rp 8.263.700. Jika di lihat memang gaji guru PNS di Indonesia masih cukup untuk hidup dengan layak, meskipun jika dibandingkan dengan gaji guru di negara tetangga masih jauh lebih kecil. Tetapi yang menyedihkan adalah nasib para guru honorer. Semoga pemerintah bisa mencari jalan untuk memperbaiki nasib mereka. Dan kita sebagai generasi muda semoga bisa menjadi agent of change terhadap perbaikan sistem pendidikan dan kebijakan kesejahteraan profesi guru di masa depan.
Menjadikan bapak Umar Bakri yang selalu  semangat bangun pagi, merasakan nikmatnya kopi, lalu memacu sepeda kumbang di tengah jalan berlubang dengan senyum yang mengembang. Karena itu janganlah kita salah mengartikan Oemar Bakri, sebab sesungguhnya ia layak menjadi sosok teladan yang baik bagi guru masa kini.


Senin, 22 Februari 2016

Senandung Penyejuk Hati

"Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati. Semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya" ( QS 17:36 )



Tak Ada Beban Tanpa Pundak
oleh : Edcoustic

Terasa menyesakkan semua yang tlah terjadi
apa yang ku banggakan kini tinggal cerita
Kau uji aku sekilas aku rasa tak kuasa
namun ku sadari dan aku mengerti, ku serahkan pada-MU.


Takkan aku bertanya mengapa harus terjadi
karna aku yakini tak ada beban tanpa pundak
Kau uji aku karna ku bisa melewatinya
ini yang terbaik bagi hidupku semua hanya ujian.


Biarkan aku Oooh malam
menangis disepanjang Sholatku

karna hanya ALLAH yang bisa
membuat ku tegar menjalani semua ini

biarkan aku Oooh malam
bersimbah Rahmat dan Ampunan-Nya

badai pun pasti berlalu menguji Iman ku
Aku Serahkan pada ILLAHI





Mengemis Kasih
 oleh : Raihan dan The Zikr


Tuhan dulu pernah aku menaruhh simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terseretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi kian parah

Semalam sudah sampai kepenghujungnya
Kisah beribu duka ku harap sudah berlalu

Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa yang mengiris hati

Tuhan dosaku menggunung tinggi
Tapi rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitik nikmat-Mu di bumi

Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah kudatang pada-Mu
Seribu langkah Kau datang padaku





Bandung, 22 Februari 2016
Devi Pratiwi S

Semoga Engkau yang selalu memberikan pintu rahmat,  pintu ampunan dan cahaya pada hati yang keras,  pada jiwa-jiwa yang sepi dan penuh alpa ini. 

Rabu, 10 Februari 2016

Cerpen : Surat

Karya : Kurniawan Gunadi

Bahwa menjaga diri adalah hal yang paling sering alfa dari setiap kesempatan.

Beberapa waktu yang lalu , ada sebuah email dari negeri nun jauh disana , seorang sahabat lawas yang tinggal di belahan bumi yang berbeda. Sebuah email padat yang memaksa saya duduk berlama-lama didepan komputer dan membacanya seribu kali.

"Kamu terlalu baik kepada banyak lawan jenismu , kepada banyak perempuan. Membuat mereka terlalu nyaman di dekatmu dan membuat mereka merasa tentram untuk membuka cerita kepadamu.

Aku hanya sekedar mengingatkan, bahwa berhati-hatilah. Kamu menumbuhkan apa yang tidak mereka tanam. Perasaan tentram dan nyaman itu lebih berbahaya dari perasaan cinta. Kau perlu tahu itu teman.

Bahwa aku mengenalmu sejak kecil adalah hal yang membuatku paham padamu. Kau sudah merusak masa depan dirimu dan banyak perempuan , bahwa mereka kemudian memiliki perasaan masa lalu yang bisa saja tumbuh ketika kamu sudah bersanding dengan orang lain.
Kau paham sesuatu ?

Aku katakan sekali lagi , jangan terlalu baik kepada banyak perempuan. Sikapmu itu seperti bom waktu , tinggal menunggu kapan meledaknya , jagalah dirimu lebih baik.

Kau tidak perlu terlalu dekat kepada mereka semua jika sekedar ingin menjadi laki-laki yang baik , bukan begitu ?"

Aku kehabisan kata … . .

Dikutip dari buku : Hujan Matahari

Minggu, 03 Januari 2016

Mueeza

Beberapa hari ini ada seekor kucing anggora yang sering datang ke rumah. Entah milik siapa, kucing yang sangat lucu juga penurut. Beberapa kali ibu mengusirnya tapi ia kembali lagi ke rumah. Setiap aku ada di rumah ia  selalu mengikuti aku dan adiku Zenith , juga ketika aku pergi ia mengantarku sampai ke depan teras rumah. Menyenangkan sekali.

Akhirnya aku beri nama kucing itu dengan nama " Mueeza" diambil dari nama kucing Rosulullah SAW. Karena sebagaimana kita ketahui bahwa Rosul sangan menyayangi kucing. 

Sedari kecil aku ingin sekali memelihara kucing. Tapi Ibu memiliki pobia terhadap kucing. Di dekati saja menjerit-jerit. Mana tega aku membiarkan ibu ketakutan. 

Hanya kurang lebih tiga hari Mueeza tinggal di rumah ini. Menemani sisa liburan mengajarku. Kadang ia meyeh-meyeh manja duduk di atas paha ku ketika sedang menonton TV, kadang ia buang air besar di lantai dan aku harus segera membersihkannya sebelum ibu tahu, dan hal yang paling mengherankan dari kucing ini selain sifatnya yang penurut setiap kali aku sembahyang terkadang ia menemaniku di samping sejadah. Mendengarkanku mengaji hingga tertidur. 



Hari esok sudah mulai kembali bekerja, mungkin tak ada yang mengawasi Mueeza terlebih ibu yang tidak mengizinkan aku memelihara kucing. Ibu bilang jika mau memelihara kucing nanti saja jika kelak aku sudah memilki rumah sendiri. Agak bingung harus menyimpan Mueeza kemana, mungkin saja pemiliknya sedang mencari anggora ini. Akhirnya ayah menitipkan Mueeza ke tetangga dekat rumah pak RW. Setidaknya jika pemiliknya mencari kucing tersebut aman. 

Terimakasih Mueeza, senang bisa mengurus kucing anggora seperti kamu. Semoga  bisa bertemu kembali dan semoga kelak memiliki, mengurus kucing seperti kamu di rumah masa depan. Semoga :') 


Mueeza si kucing anggora yang lucu



Jumat, 01 Januari 2016

Hallo 2016 I am Ready ^^

Dear Allah,
I can’t thank you enough for all of your blessing upon me and my family, but I’ll always be gratefull to You for every single breath i take . Thank you for always being with me and not letting me down . Ever.

Hari baru, bulan baru dan tahun baru pada kalender Masehi.
Tidak ada yang perlu dimeriahkan, yang ada hanyalah selalu bermuhasabah akan apa yang terjadi di tahun lalu dan selalu berusaha memperbaiki di tahun berikutnya. Begitulah bagiku makna peralihan tahun baik masehi, hijriah atau bertambahnya usia (berkurangnya jatah hidup).

2015
Bagiku adalah tahun pembelajaran, tahun perjuangan, tahun kesabaran juga tahun keikhlasan. Berbicara tentang nikmat, tinta seluas samudra pun tak akan cukup untuk menuliskan segala nikmat, karunia dan pencapaian yang aku terima dari Allah SWT. Jika berbicara tentang cobaan serta ujian, membuat aku lupa sudah berapa kali air mata menemani perjalanan ini tapi hikmah dari ujian tersebut selalu dapat membuat senyuman dan ketegaran setelahnya. Baik dalam karir, pendidikan, cobaan untuk keluarga juga “Asmara” .

Mari bicara tentang keikhlasan, kuharap kamu yang membaca tulisan sederhana ini, tidak ikut terbawa perasaan. Anggap saja ini pembelajaran tentang keikhlasan sebuah kehidupan, tentang bumbu perjuangan di masa muda.

Pada tahun 2015 ini khususnya di dalam blog sering aku berbicara tentang kepergian, pertemuan, keikhlasan juga perpisahan. Semua yang terjadi tidak pernah terlepas dari skenario Allah SWT
Kepergian seseorang membuatku tersadar bahwa manusia hanya berhak untuk berencana  jua berusaha. Sesuai dengan kutipan mas gun dalam buku hujan matahari “ Pada akhirnya, orang-orang yang jatuh cinta akan kembali kepada Tuhan. Karena setelah dan sejauh ia mencari, pada akhirnya ia hanya bisa meminta”.

Allah terlalu sayang kepada kita, Allah ingin kita sama-sama belajar menjauh mungkin salah satunya agar kita bisa sama-sama memperbaiki diri terhindar dari hal-hal yang banyak mudharat atau kekhilafan berkepanjangan . Bahkan mungkin diberi kesempatan mempersiapkan diri untuk  kehidupan / masa depan yang lebih baik dengan seseorang yang terbaik.
Aku tak pernah merasa benci ataupun dendam terhadap orang-orang yang pernah mengisi hati lalu pergi. Mereka cukup memiliki asumsi atas semua yang terjadi, terlepas dari itu seua  mereka sangat berjasa dalam kehidupanku khususnya mungkin aku yang belum layak untuk mereka, pun sebaliknya. Tidak sekarang.

Sebelum datangnya ikatan pasti ( khitbah berlanjut pada akad )
Aku tidak pernah memaksa orang lain untuk menunggu
Menghalanginya untuk melupakanku
Memohon padanya untuk memperjuangkanku
Atau menahan mereka pergi

Tak pernah terlintas dihatiku untuk membenci
Karena kita memiliki hak untuk memilih yang terbaik
Mereka pergi tidak untuk mengkhianati
Hanya saja mungkin sedikit berubah pikiran
Untuk melanjutkan perjalanan ini

Sekali lagi tidak sekarang suatu saat mungkin mereka kembali
Mungkin esok, nanti atau bahkan tidak Allah pertemukan kembali
Wallahu’alam

Mari berhusnudzon :
Laki-laki/wanita yang baik pasti akan menjaga dirinya, juga seseorang yang dicintainya. Tidak egois / memaksakan kehendak.

Kita hanya perlu waktu untuk menata kembali hati
Mengumpulkan serpihan yang retak
Membersihkannya jika selama ini terkotori
Allah  hanya menguji tentang kesabaran dan keikhlasan
Tentang cinta sejati atau hanya ujian hawa nafsu

Saat ini biar nikmati perjalanan hidup sendiri
Sebelum dipersatukan dengan yang  Allah telah pilihkan dalam ikatan suci. In syaa Allah.

Terimakasih 2015 semoga menjadi tahun terakhir atas kegalauan-kegaulan yang tidak semestinya, tentang cerita yang mungkin suatu saat kenangan ini hanya bisa kita tertawakan tentang kisah cinta masa muda. Tentang dia yang pernah berjuang dengan tulus , atau tentang dia cerita persahabatan yang hilang karena perasaan. Semoga kamu semua ada dalam lindungan Allah SWT, selalu Allah beri yang terbaik. Dan selalu dicintai oleh orang-orang disekitarmu. Itu do’a terakhirku.

Tahun 2016 mungkin banyak yang harus dikerjakan, FOKUS terhadap akademik perkuliahan untuk meraih magister yang begitu banyak tantangan, juga tentang karir yang selalu ingin ku buktikan sebuah kesuksesan kebanggaan untuk orientasi hidupku saat ini “Orangtua” .  Merangkak mewujudkan mimpi dan harapan dari seorang perempuan yang terkadang terlalu perasa dan lebay ini. Ibu, ayah semoga putri sulungmu ini bisa menjadi anak yang shaliha, selalu berbakti, selalu membanggakan. Agar do’a-do’aku mustajab mengantarkan kebahagiaan untuk dunia dan akhirat kalian. aamiin


Suatu saat in Syaa Allah akan ada masa-masanya kembali jatu cinta kepada seseorang yang membuat nyaman dan merasa aman semoga dia adalah orang yang tepat pilihan Allah SWT  dia yang menerima segala kekurangan diri, selalu membuat ingat kepada Yang Maha SegalaNya,  yang bersedia saling menemani tidak hanya sehidup tapi sesurgaNya.

Meski semuanya Allah yang atur. Tapi tetap jodoh adalah takdir yang harus diperjuangkan. Kita lihat sosok seperti apa beliau? Hanya bisa menjalani setiap episode yang telah Allah  gariskan. Sembari berikhtiar yang terbaik, merekam jejak-jejak kehidupan. Dalam sebuah tulisan amatiran ini. Wallahu'alam bi shawab

Persiapkanlah, dari sekarang. Karena saat kamu menggenapkan kehidupanmu nanti. Hidup kamu bukan tentang dirimu sendiri lagi. Akan tetapi tentang calon pasanganmu dan calon anak-anakmu kelak. Mereka berhak atas dirimu yang lebih baik. Jadi persiapkanlah” Genap-Nazrul Anwar

Dear Allah, thank you  for another chance. Dear past, thank you for the lessons. And Hallo future, I’m READY J .

Friday, 01/01/16
Devi P.S